Penggunaan Nebulizer pada Asma Anak

Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan kecil (bronchi) di paru-paru yang terjadi karena dinding saluran mengalami pembengkakan dan peradangan. Udara menjadi lebih sulit untuk lewat dan hal ini menyebabkan terjadinya mengi (wheezing), batuk, serta masalah lain dalam pernapasan. Mengi akan dialami 1 dari 4 anak selama masa kanak-kanaknya. Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak dengan asma dapat ikut serta dalam aktivitas olah raga dan menjalani hidup yang aktif.


Terapi pengobatan nebulizer pada bayi

Nebulizer kompressor merk ABN Compamist

Penyakit asma

Asma menyebabkan saluran napas menjadi lebih sempit karena ada inflamasi dan lender di sekitar saluran. Penyakit asma menyebabkan batuk, wizing dan sesak napas. Serangan asthma bisa dicetuskan oleh beberapa hal-misalnya debu, kedinginan, infeksi virus/bakteri, bulu binatang, asap atau olah raga, atau kadang-kadang tidak ada alasan jelas. Diagnosa asthma dapat berupa gejala yang datang dan hilang (berulang dan reversible).

Asma merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya inflamasi/ peradangan kronis pada saluran pernafasan dengan ciri-ciri seperti serangan akut secara berkala, sesak nafas, mudah tersengal-sengal, disertai batuk dan hipersekresi dahak, serta ‘mengi’ pada pasien asma yang sudah parah. Kalau anak datang dengan serangan asma, gejalanya bisa berupa napas cepat (lebih dari 40/menit anak 1-5 tahun), sesak napas dan terdapat tarikan dinding dada, napas cuping hidung serta wizing khususnya selama dia mengeluarkan udara dari paru-paru (expirasi). Anak kurang dari 5 tahun gejalanya dapat berupa wizing dengan ISPA.

Wizing adalah bunyi suara nyaring yang timbul ketika anak bernapas, atau kalau didengarkan dengan stethoscope. Biasanya anak dengan serangan asma tidak panas, kecuali kalau juga disertai adanya infeksi saluran napas, atau penyakit yang lain (misalnya malaria).

Jumlah penderita asma dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan pengobatan yang tepat dan benar agar tidak sampai menyebabkan kematian. Asma dapat terjadi karena meningkatnya kepekaan otot polos di sekitar saluran nafas seseorang dibandingkan saluran nafas normal terhadap stimuli tidak spesifik yang dihirup dari udara, yang pada orang sehat tidak memberikan reaksi pada saluran pernafasan seperti perubahan suhu, dingin, polusi udara (asap rokok), dan lain-lain.

Selain itu dapat pula terjadi karena reaksi alergi, atau karena infeksi saluran pernafasan yang dapat menyebabkan radang/ inflamasi sehingga saluran nafas pada pasien asma lebih menyempit lagi. Sasaran terapi pada pasien asma dengan menggunakan kortikosteroid inhalasi yaitu peradangan saluran nafas dan gejala asma. Terapi asma disini bertujuan untuk menghambat atau mengurangi peradangan saluran pernafasan serta mencegah dan atau mengontrol gejala asma, sehingga gejala asma berkurang/ hilang dan pasien tetap dapat bernafas dengan baik.

Mengobati asma dengan nebulizer buat anak

Alat nebulizer dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus-menerus, dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan, atau gelombang ultrasonik. Aerosol yang terbentuk dihirup penderita melalui mouth piece atau sungkup. Sungkup yang digunakan ukurannya khusus untuk ukuran anak-anak. Karena dengan menggunakan sungkup yang pas atau sesuai ukurannya dapat memperkecil kemungkinan obat yang terbuang.

Bronkodilator yang diberikan dengan nebulizer memberikan efek bronkodilatasi (pelebaran bronkus) yang bermakna tanpa menimbulkan efek samping. Hasil pengobatan dengan nebulizer lebih banyak bergantung pada jenis nebulizer yang digunakan. Ada nebulizer yang menghasilkan partikel aerosol terus-menerus, ada juga yang dapat diatur sehingga aerosol hanya timbul pada saat penderita melakukan inhalasi, sehingga obat tidak banyak terbuang.

Pada anak-anak, penggunaan kortikosteroid inhalasi dosis tinggi menunjukkan pertumbuhan anak yang sedikit lambat, namun asma sendiri juga dapat menunda pubertas, dan tidak ada bukti bahwa kortikosteriod inhalasi dapat mempengaruhi tinggi badan orang dewasa. Hindari penggunaan kortikosteroid pada ibu hamil, karena bersifat teratogenik.





Oleh : Bidan Sulistia

Sumber :
  • childrenallergyclinic.wordpress.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :