Penggunaan Nebulizer untuk Bayi


Nebulizer selain untuk pengobatan asma dapat pula digunakan sebagai alat fisioterapi pada bayi. Gejala batuk-pilek dapat diredakan dengan fisioterapi. Batuk-pilek adalah penyakit yang akrab dengan bayi. Untuk bayi yang mengalami keluhan seperti batuk, kemudian terdapat dahak disaluran pernapasannya, selain meresepkan obat, dokter biasanya juga menyarankan fisioterapi. Terapi pada paru-paru ini akan membantunya mengeluarkan lendir, sehingga bayi bisa bernapas lega kembali.

 

Terapi pengobatan nebulizer pada bayi

Alat nebulizer Omron NE-C28

Nebulizer untuk bayi

Pada umumnya untuk kasus batuk pilek yang ringan hanya dibutuhkan 1-2 kali fisioterapi tapi untuk kasus yang berat bisa dibutuhkan sampai 7 kali, bahkan lebih. Penghematan terhadap pengeluaran-pengeluaran tersebut sangat bisa dilakukan jika orang tua mengerti teknik fisioterapi untuk kemudian mempraktikkannya di rumah. Manfaat fisioterapi bukan hanya meringankan batuk pilek karena infeksi saja, tapi juga gangguan pernapasan akibat asma atau pilek karena alergi.

Namun, fisioterapi di rumah harus dijadikan satu paket dengan kunjungan ke dokter. Maksudnya, tetap harus diingat bahwa tujuan fisioterapi adalah memperingan gejala, sementara pengobatan tetap harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter. Fisioterapi di rumah dapat dilakukan pada semua orang, tanpa pandang umur, dari bayi hingga dewasa.

Dokter menyarankan anak menjalani fisioterapi yaitu batuk-pilek ringan (tidak disertai demam dan lamanya belum lebih dari 3 hari). Hindari fisioterapi bila kondisi batuk pilek yang dialami bayi tergolong berat atau disertai demam, bayi mengalami sesak yang parah karena dengan fisioterapi malah bisa menambah sesaknya dan bayi baru saja menghabiskan makannya atau ASI karena dapat mengakibatkan muntah.

Syarat fisioterapi

Syarat fisioterapi meliputi sebelumnya bayi sudah banyak minum air putih, pakaian yang dikenakan harus longgar, ruangan yang dipakai tidak banyak berdebu, tidak lembap, ventilasi udara baik, tersedia perlengkapan yang dibutuhkan yaitu bantal, tempat tidur dan kursi serta alat nebulizer.

Tahapan fisioterapi pada bayi meliputi :
  1. Inhalasi. Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Alat terapi inhalasi bermacam-macam. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer). Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan nebulizer dengan menggunakan masker. Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau menghancurkan lendir. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Dosis obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum seperti tablet atau sirup. Karena dengan inhalasi obat langsung mencapai sasaran. Bila tujuannya untuk mengencerkan lendir/sekret di paru-paru, obat itu akan langsung menuju ke sana.
  2. Pengaturan posisi tubuh. Tahapan ini disebut juga dengan postural drainage, yakni pengaturan posisi tubuh untuk membantu mengalirkan lendir yang terkumpul di suatu area ke arah cabang bronkhus utama (saluran napas utama) sehingga lendir bisa dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Untuk itu, orang tua mesti mengetahui di mana letak lendir berkumpul. Untuk mengeluarkan lendir, biasanya pada bayi diposisikan miring. Posisi miring dapat mengeluarkan lendir dari mulut sehingga lendir tidak tertelan lagi.
  3. Pemukulan atau perkusi. Teknik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk pada dinding dada atau punggung. Tujuannya melepaskan lendir atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernapasan dan memudahkannya mengalir ke tenggorok. Hal ini akan lebih mempermudah anak mengeluarkan lendirnya. Pada bayi dilakukan pemukulan secara lembut pada bagian punggung bayi sambil posisi bayi dimiringkan.




Oleh : Bidan Sulistia

Sumber :
  • tips-kesehatan.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :