Dosis Obat Asma Anak untuk Penatalaksanaan di Rumah Sakit

Prinsip dasar terapi inhalasi adalah menciptakan partikel  kecil aerosol (respirable aerosol) yang dapat mencapai sasarannya, tergantung tujuan terapi melalui proses hirupan (inhalasi). Sasarannya meliputi seluruh bagian dari sistem respiratorik, mulai dari hidung, trakea, bronkus, hingga saluran respiratorik terkecil (bronkiolus), bahkan bisa mencapai alveolus. Aerosol adalah dispersi dari partikel kecil cair atau padat dalam bentuk uap/kabut yang dihasilkan melalui tekanan atau tenaga dari hirupan napas. Oleh karena itu, besar partikel hirupan yang kita hasilkan harus berukuran <5mm agar dapat menghasilkan efek klinis.


Terapi pengobatan nebulizer kepada bayi

Nebulizer Omron NE-C29

Dosis obat nebulizer

Volume isi adalah jumlah total cairan obat yang diisikan ke dalam labu nebulizer pada tiap kali nebulisasi. Volume residu adalah sisa cairan dalam labu nebulizer saat nebulisasi telah dihentikan. Sebagai patokan, jika volume residul sekitar 1ml, maka diperlukan volume isi sekitar 5 ml. Waktu nebulisasi adalah waktu sejak nebulizer dinyalakan dan aerosolnya dihirup sampai nebulizer dihentikan. Untuk bronkodilator, waktu nebulisasi tidak lebih dari 10 menit.

Nebulizer akan berjalan dengan baik bila pasien duduk tegak di kursi, bernapas dengan wajar  (biasa), hindari berbicara selama nebulisasi, jaga labu nebulizer tetap dalam posisi tegak, jika cairan obat dalam labu tinggal sedikit dianjurkan agar menepuk-nepuk labu untuk meningkatkan volume output aerosol.

Pada asma berat dosis obat yang diberikan adalah sebagai berikut :
  • Ventolin harus dicampur dengan NaCl  4 cc saat masukkan nebulizer.
  • Dexamethasone: dosis 1 X 0,5 mg/kg/berat badan. Misalnya, kalau anak 10 kg, berikan 0,5 mg X 10 mg = 5 mg. Dalam 1 ampul dexamethasone ada 1cc (5 mg). Lanjut selama 3 hari (1 kali sehari), atau 5 hari kalau anak masih sesak napas. Setelah anak bisa makan dan minum, dan tidak ada muntah, boleh memberikan prednison dosis 2 X 1 mg/kg. Misalnya,  kalau anak 10 kg, kasih 1 mg X 10 kg = 10 mg. Masing-masing tablet prednison 5 mg, lalu dosis 2 X 2 tablet (2 X 10 mg).
  • Aminophylline. Sebelum mulai aminophylline infuse, lebih baik kalau memberikan ‘loading dose’. Dosis untuk loading dose 5 mg/kg/berat badan. Lalu, kalau anak 10 kg, loading dose 5 mg X 10 kg = 50 mg = 2 cc (dalam 1cc aminophylline ada 24 mg). Masukkan aminophylline loading dose dalam D5% 50cc (dalam infuse flabot kosong), jumlah tetes 60/menit (micro) atau 30/menit (macro). Jangan berikan loading dose lebih cepat karena ada banyak efek samping kalau aminophylline masuk dengan cepat. Setelah loading dose aminophylline, langsung mulai infuse aminophylline. Dosis aminophylline infuse1mg/kg/jam. Dalam 1 ampul ada 10 cc, dan 1 cc aminophylline berisi 24 mg (dalam 10 cc ada 240 mg). Mulai selama 12 jam, dan setelah ini, lihat keadaan anak. Lalu, kalau anak 10 kg, dosis aminophylline 1 mg X 10 mg X 12 jam = 120 mg. Lalu, kalau dalam 1cc aminophylline ada 24 mg, dosis 120/24 = 5 cc. Masuk aminophylline dalam infuse 500 cc (misalnya D¼), jumlah tetes 40/menit (micro) atau 14 tts/menit (macro). Lanjut infuse aminophylline sampai anak mulai membaik. Setelah ini, bisa memberikan Bronsolvan sirop atau aminophylline tablets (kalau anak lebih dari 3 tahun) dosis 2 X 6mg/kg. Misalnya, kalau anak 10 kg, dosis 6 mg X 10 kg = 60 mg, lalu dosis 2 X 60 mg. Masing-masing tablet aminophylline 200 mg. Lanjut Bronsolvan sirop/aminophylline selama 5 hari.
  • Antibiotika: Kalau juga ada kemungkinan anak terkena infeksi saluran napas (misalnya anak panas tinggi dengan gejala asma), juga memberikan antibiotika sama dengan untuk pneumonia.
Berikut dosis obat asma ringan/sedang pada anak yaitu:
  • Nebulizer ventolin 2,5 mg (1 ampul) kalau anak kurang dari 5 tahun, dan 5 mg (2 ampul) kalau anak lebih dari 1 tahun, selama 10 menit. Boleh diberikan nebuliser ketika anak perlu (kalau anak mulai sesak napas lagi)-setiap 2-4 jam (kalau anak perlu nebuliser lebih sering setiap jam, ini sudah kategori asthma berat), dan mengurangi keseringan ketika anak mulai membaik (setiap 6 jam, 8 jam, 12 jam).
  • Tablet salbutamol. Ini sangat kurang efektif dari pada nebuliser. Dosis untuk anak 4 X 1 mg kalau anak usia 1-5 tahun, dan 4 X 2 mg kalau anak lebih dari 5 tahun. Ada tablet 2 mg dan tablet 4 mg. Lanjut obat ventolin/salbutamol sampai anak sembuh.
  • Kalau anak tidak muntah, memberikan prednison tablet, dosis 2 X 1 mg/kg. Misalnya, kalau anak 10 kg, memberikan 1 mg X 10 kg = 10 mg. Lalu, dosis 2 X 10 mg (2 X 2 tablet- masing-masing tablet 5 mg). Lanjut prednison selama 3 hari (atau 5 hari kalau anak masih sakit). Bila anak muntah dengan obat, berikan dexamethasone dosis sama dengan di atas.
  • Bronsolvan sirop atau aminophylline tablets (kalau anak lebih dari 3 tahun), kalau anak asma sedang (misalnya sering ada gejala sesak napas di rumah, atau anak perlu nebulizer sering di rumah sakit).
  • Kalau ada kemungkinan juga ada infeksi saluran napas (misalnya anak panas tinggi), dan bisa minum obat, berikan antibiotika oral.




Oleh : Bidan Sulistia

Sumber:
  • anakku.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :