Indikasi, Kontraindikasi dan Fungsi dari Nebulizer

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel aerosol. Bentuk aerosol ini sangat bermanfaat apabila dihirup atau dikumpulkan dalam organ paru. Efek dari pengobatan ini adalah untuk mengembalikan kondisi spasme bronkus. Nebulizer merupakan alat medis yang digunakan  untuk memberikan cairan obat dalam bentuk uap/ aerosol ke dalam saluran pernafasan. Nebulizer merupakan alat dengan mesin tekanan udara yang membantu untuk pengobatan asma dalam bentuk uap/ aerosol basah. Terdiri dari tutup, “ mouthpiece” yang dihubungkan dengan suatu bagian atau masker, pipa plastik yang dihubungkan ke mesin tekanan udara.





Nebulizer terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  • “Disposible nebulizer”, sangat ideal apabila digunakan dalam situasi kegawatdaruratan/ ruang gawat darurat atau di rumah sakit dengan perawatan jangka pendek. Apabila nebulizer di tempatkan di rumah dapat digunakan beberapa kali atau lebih dari satu kali, apabila dibersihkan setelah digunakan dan dapat terus dipakai sampai dengan 2 minggu apabila dibersihkan secara teratur. Dapat digunakan oleh orangtua, babysitter, saat bepergian, sekolah, atau untuk persediaan apabila terjadi suatu serangan. Di Indonesia alat ini masih jarang digunakan.
  • “Re-usable nebulizer”, dapat digunakan berulang kali. Keuntungan lebih dari nebulizer jenis ini adalah desainnya yang lebih komplek dan dapat menawarkan suatu perawatan dengan efektivitas yang ditingkatkan pada dosis pengobatannya. Keuntungan kedua adalah dapat digunakan untuk terapi setiap hari.

Terdapat 3 model nebulizer yaitu :

  • Nebulizer dengan penekan udara (Nebulizer compressors), memberikan tekanan udara  dari pipa ke tutup (Cup) yang berisi obat cair. Kekuatan dari tekanan udara akan memecah cairan ke dalam bentuk partikel- partikel uap kecil yang daapt dihirup secara dalam ke saluran pernafasan.
  • Nebulizer ultrasonik (ultrasonic nebulizer), menggunakan gelombang ultrasound, yang secara perlahan merubah dari bentuk  obat cair (catatan: pulmicort  tidak dapat digunakan pada sebagian nebulizer ultrasonic) ke bentuk uap/ aerosol basah.
  • Nebulizer generasi baru (A new generation of nebulizer) digunakan tanpa menggunakan tekanan udara maupun ultrasound. Alat ini sangat kecil, dioperasikan dengan menggunakan baterai, dan tidak berisik. Alat ini belum populer di gunakan di Indonesia

Perawatan dengan nebulizer diberikan kepada pasien dengan keluhan :

  • Rasa tertekan di dada.
  • Peningkatan produksi sekret.
  • Pneumonia (kongesti) dan atau atelektasis.

Kontra indikasi dalam penggunaan nebulizer yaitu :

  • Tekanan darah tinggi  autonomic hiperrefleksia).
  • Nadi yang meningkat/ takikardia.
  • Riwayat  reaksi yang tidak baik dari pengobatan.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penggunaan nebulizer yaitu :

  • Henti nafas.
  • Dosis yang kurang tepat karena kurang tepat dalam menggunakan alat ataupun tekniknya.
  • Kurang dalam pemberian obat karena malfungsi dari alat tersebut.
  • Pemberian dosis tinggi dari beta agonis akan menyebabkan efek yang tidak baik pada sistem sekunder penyerapan dari obat tsb. Hipokalemia dan atrial atau ventricular disritmia dapat ditemui pada pasien dengan kelebihan dosis.
  • Spasme bronkus atau iritasi pada saluran pernapasan.
  • Alat aerosol atau adapter yang digunakan  dan teknik penggunaan dapat mempengaruhi penampilan karakter dari ventilator terhadap sensitifitas sistem alarm.
  • Penambahan gas pada circuit ventilator  dari nebulizer dapat meningkatkan volume, aliran dan tekanan puncak saluran udara.
  • Penambahan gas pada ventilator dari nebulizer juga dapat menyebabkan kipas ventilator tidak berjalan selama proses nebulasi.


Alat Nebulizer berguna untuk pasien yang mempunyai masalah dengan saluran pernafasan, seperti :


  • Batuk, untuk mengeluarkan lendir (plegm / slem) di paru-paru / dada, mengencerkan dahak
  • Pilek / Hidung Tersumbat, melancarkan saluran pernafasan dengan terapi inhalasi ini juga ampuh, penggunaanya sama dengan obat oral 3x sehari, campuran (obat) uapnya biasanya juga obat-obatan yang memang untuk melancarkan jalan napas.
  • Asma dan Sinusitis, bunyi tarikan nafasnya sangat kuat dan sesak napas.
  • Alergi yang menyebabkan batu-batuk, pilek, dan yang menjurus ke serangan asma / sinusitis.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber : 
  • academia.edu




Terima kasih untuk Like/comment FB :