Mitos Tentang Pengobatan Inhalasi Dengan Nebulizer

Banyak mitos tentang pengobatan inhalasi dengan nebulizer yang beredar di masyarakat. Mitos tersebut dapat membuat orang menjadi khawatir dan ragu akan pengobatan yang dilakukan dengan inhalasi atau nebulizer. Padahal kebanyakan mitos tersebut tidak benar adanya, sehingga pengobatan dengan menggunakan inhalasi nebulizer lebih baik dilakukan mengingat pentingnya manfaat dari terapi yang diberikan pada pasien atau anak. Jika Anda memiliki keraguan terhadap terapi lebih baik tanyakan pada dokter yang menangani pasien atau anak Anda.



Terapi pengobatan nebulizer pada bayi

Berikut terdapat beberapa mitos mengenai terapi inhalasi dengan menggunakan nebulizer yaitu :
  1. Menyebabkan ketergantungan. Orangtua sering khawatir bahwa inhalasi bisa menyebabkan ketergantungan. Obat-obat asma termasuk yang dihirup tidak akan menimbulkan ketergantungan dalam pengertian seperti adiksi atau kecanduan akan obat psikotropika (golongan narkoba). Pengertian ketergantungan seringkali disimpulkan oleh kalangan awam, karena penghentian obat inhaler berisi obat pengendali (controller) tanpa rekomendasi dokter dapat mengakibatkan serangan asma yang tadinya sudah terkontrol menjadi timbul lagi.
  2. Pengobatan harus dikerjakan dalam 1 paket. Padahal pengobatan tidak harus dikerjakan dalam paket 5-7 hari berturut-turut. Dalam praktek sehari-hari sering dilakukan bahwa pemberian obat inhalasi harus dalam satu paket 5-7 hari agar asmanya sembuh. Hal ini tidak benar. Inhalasi hanya diberikan  pada saat serangan ditujukan untuk meredakan serangan dalam waktu sesegera mungkin. Bila sudah membaik dan tidak sesak tidak harrus diulang, pengulangan tindakan itu dikerjakan berdasarkan respons penguapan tadi. Jika responsnya baik (sesak berkurang) maka tidak perlu diulang, namun jika kurang baik, maka dapat diulang 30 menit kemudian. Jika serangan sudah reda, obat dapat dilanjutkan dengan obat minum, jadi tidak perlu harus dengan paket penguapan 5 hari berturut-turut.
  3. Jika menggunakan terapi inhalasi berarti asmanya sudah berat. Padahal tidak berarti asmanya sudah parah bila harus menggunakan terapi inhalasi atau obat hirupan orangtua khawatir bahwa kalau memakai hirupan asmanya sudah berat dan gawat. Terapi inhalasi pada asma bukan berarti asmanya parah. Inhalasi yang berisi obat pereda seperti salbutamol atau albuterol, fenoterol dan terbutalin. Obat inhalasi menjadi pilihan  utama dibandingkan obat minum karena bekerja lebih cepat.
  4. Mempunyai efek samping yang berbahaya. Padahal tidak mempunyai efek samping yang berbahaya. Orangtua khawatir obat inhalasi lebih berbahaya daripada obat minum. Steroid dalam inhaler tidak menimbulkan efek samping seperti obat steroid yang digunakan atlet-atlet sebagai alat dopping, yang bisa menimbulkan maskulinisasi, keropos tulang, pertumbuhan terhenti, dan sebagainya. Steroid dalam inhaler mengandung dosis yang sangat kecil dibandingkan dengan steroid yang diminum, dan hanya sedikit sekali yang beredar di dalam darah. Oleh sebab itu, penelitian-penelitian mendapatkan bahwa efek samping obat steroid inhalasi sangat minimal, sehingga aman digunakan dalam waktu jangka panjang.
  5. Untuk hidung tersumbat dan batuk keras. Padahal tidak untuk hidung tersumbat atau batuk keras agar lekas sembuh. Terapi inhalasi biasanya diberikan hanya untuk pelegaan saluran napas bronkus (dilatasi bronkus)  atau mengurang efek inflamasi. Pada keluhan batuk keras tanpa disertai hipereaktifitas bronkus dan sesak tidak diperlukan inhalasi. Terapi nhalasi juga tidak untuk terapi hidung tersumbat atau pilek.
  6. Untuk napas dengan bunyi grok-grok. Padahal tidak semua napas grok-grok (hipereaktifitas bronkus) harus dilakukan terapi inhalasi. Orangtua sering minta terapi inhalasi saat anaknya napas berbunyai grok-grok. Pada kasus hipereaktifitas bronkus yang ringan dan tidak sesak terapi inhalasi tidak perlu diberikan.

Jual alat nebulizer

Jika anda berdomisili di Bandung dan sekitarnya silahkan datang langsung ke alamat di bawah ini :

TokoAlkes®

Jl. Pasir kaliki no. 239 B bandung (depan Rumah Sakit Hasan Sadikin)

Telp :  022 2032522,
BBM :D38FBC35
SMS / Whats App : 0822 144 623 86

Jual alat nebulizer di Online

Kami juga melayani pengiriman ke seluruh Indonesia menggunakan ekspedisi TIKI, JNE, POS dan yang lainnya dengan ongkos kirim cukup murah. Misalnya ke jakarta dan sekitarnya bianya kirimnya sekitar 10 ribu per kg.

Silahkan kunjungi toko online kami di www.tokoalkes.com



Sumber : childrenallergyclinic.wordpress.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :