Sedia Nebulizer di Rumah untuk Penanganan Asma Anak

Asma adalah penyakit yang mempengaruhi paru-paru. Ini adalah penyakit jangka panjang yang paling umum dari anak-anak, tetapi dapat diderita pula oleh orang dewasa. Asma menyebabkan episode berulang seperti mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk pada malam atau dini hari. Episode ini juga dikenal sebagai eksaserbasi atau serangan. Tingkat keparahan eksaserbasi dapat berkisar dari ringan sampai mengancam nyawa. Baik frekuensi dan keparahan gejala asma dapat dikurangi dengan menggunakan obat-obatan dan dengan mengurangi eksposur ke lingkungan pemicu serangan asma.

Informasi harga dan pembelian ALAT NEBULIZER klik disini

Alat nebulizer merk Omron

Terapi pengobatan nebulizer pada anak

Penyakit asma pada anak

Pada anak-anak asma dapat terjadi kapan saja. Serangan asma tidak dapat diprediksi. Itulah sebabnya untuk selalu menyedaiakan obat asama serta alat inhalasi seperti nebulizer. Inhalasi dengan nebulizer merupakan tindakan pemberian inhalasi uap dengan obat/tanpa obat menggunakan nebulazer. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengencerkan sekret agar mudah dikeluarkan dan membebaskan jalan napas. Nebulizer adalah alat yang bisa mengubah cairan atau liquid menjadi uap atau aerosol.

Pada penggunaan untuk tujuan terapi, inhalasi dengan nebulizer dapat meredakan gangguan sesak napas seperti penderita asma maupun PPOK. Nebulizer juga bisa digunakan untuk orang tua, anak-anak, bayi, penderita di IGD maupun penderita di bangsal dan ICU. Kelebihan nebulizer yaitu hasil kerja lebih cepat terlihat, bermanfaat tidak hanya untuk serangan tapi juga untuk pencegahan. Selain itu, dengan dosis obat yang kecil maka efek sistemik semakin berkurang. Bahkan beberapa jenis obat dapat dicampur dalam satu kali terapi.

Cara menangani serangan asma dirumah


Hal yang dapat dilakukan untuk penanganan jika terjadi serangan asma pada anak di rumah adalah :
  1. Bersikap tenang jika anak terserang asama. Karena sikap tenang dapat membuat fikiran menjadi fokus untuk mengambil tindakan yang tepat.
  2. Selalu sediakan obat asma untuk anak. Obat yang biasanya digunakan untuk asma adalah salbutamol sediaan cair (ventolin) yang diberikan dengan cara inhalasi.
  3. Sediakan alat inhalasi. Alat inhalasi yang biasa digunakan ialah nebulizer.
  4. Jika keadaan asma masih tetap setelah pemberian obat inhalasi, bawa anak ke dokter sambil diberikan obat inhalasi ulang.
Penggunaan obat untuk terapi inhalasi khusus obat yang disediakan dalam bentuk cair, dapat dijadikan bentuk uap dengan bantuan alat yang disebut nebulizer. Alat yang mampu menghasilkan tekanan udara atau getaran ultrasonik yang tinggi ini sanggup memecah obat cair menjadi partikel uap yang sangat kecil.

Dengan kata lain, nebulizer adalah alat medis yang memiliki fungsi membawa cairan obat dalam bentuk kabut atau aerosol kedalam saluran pernapasan. Partikel uap pada nebulizer dapat masuk dengan mudah hingga ke saluran napas bagian bawah. Dengan alat ini, maka aerosol akan terus-menerus keluar dari dalam nebulizer.

Nebulizer dirumah lebih murah

Di sisi lain, keunggulan nebulizer bisa dipakai untuk bayi dan anak-anak. Nebulizer dapat dipakai penderita ICU atau ventilator juga, penggunaan begitu mudah, tidak memerlukan proses koordinasi, serta dosis dan jenis obat dapat diatur. Seperti halnya alat buatan manusia lainnya, nebulizer juga memiliki kekurangan. Bentuk fisik nebulizer yang cukup besar tidak membuatnya praktis.

Kemudian nebulizer juga memerlukan tenaga listrik, jadi jika tidak ada daya listrik alat ini tidak dapat digunakan. Kekurangan nebulizer selanjutnya yakni biaya yang harus dikeluarkan untuk terapi inhalasi dengan nebulizer relatif mahal. Namun akan terasa murah bila memiliki alat tersebut.

Bayangkan saja bila sekali untuk terapi nebulizer mengeluarkan biaya Rp. 50.000,-. Sekarang harga nebulizer berkisar Rp. 800.000,- keatas sehingga lenih baik mempunyai alatnya sendiri dari pada harus pulang pergi terapi.





Oleh : Bidan Sulistia

Sumber :
  • news-medical.net




Terima kasih untuk Like/comment FB :