Obat Yang Diberikan Dengan Alat Nebulizer


Obat-obatan yang biasanya digunakan dengan nebulizer adalah :
  1. Pulmicort : kombinasi anti radang dengan obat yang melonggarkan saluran napas
  2. Nacl : mengencerkan dahak
  3. Bisolvon cair : mengencerkan dahak
  4. Atroven : melonggarkan saluran napas
  5. Berotex : melonggarkan saluran napas
  6. Inflamid : untuk anti radang
  7. Combiven : kombinasi untuk melonggarkan saluran napas
  8. Meptin : melonggarkan saluran napas.

    Nebulizer kompresor ABN Compamist

      Pemberian obat yang digunakan dengan nebulizer

      Pada saat serangan asma terjadi, obat yang digunakan adalah obat golongan bronkodilator dan yang sering digunakan yaitu β2 agonis yang dapat diberikan sendiri atau bersama-sama dengan ipratropium bromid. Pada serangan asma yang ringan obat inhalasi yang diberikan hanya β2 agonis saja meskipun ada juga yang menambahkan dengan ipratropium bromida. Dengan menggunakan β2 agonis saja dapat meningkatkan FEV1 dan menghilangkan gejala serangannya, sedangkan penambahan ipratropium bromida akan meningkatkan FEV1 yang lebih tinggi lagi. Pada serangan asma yang berat, KNAA menganjurkan pemberian β2 agonis bersama-sama dengan ipratropium bromid.

      Pemberian cara nebulizer untuk usia 18 bulan- 4 tahun dianjurkan menggunakan mouthpiece daripada masker muka untuk menghindarkan deposisi obat di muka dan mata. Apabila dengan pemberian inhalasi obat tersebut serangan asma tidak teratasi/sedikit perbaikan maka dapat diberikan steroid sistemik. Pemberian steroid sistemik perlu diperhatikan pada anak dengan serangan asma yang sering karena anak ini berisiko mengalami efek samping akibat pemberian steroid sistemik berulang kali seperti supresi adrenal, gangguan pertumbuhan tulang, dan osteoporosis. Untuk mengurangi pemberian steroid oral berulang, maka sebagai alternatifnya dapat diberikan inhalasi budesonid dosis tinggi (1600 mg perhari) pada anak yang serangan asmanya tidak teratasi dengan penanganan inhalasi β2 agonis di rumah dan mereka belum/tidak perlu perawatan di rumah sakit.

      Penggunaan obat pereda secara inhalasi pada serangan asma sangat bermanfaat dan justru sangat dianjurkan, namun demikian penggunaannya masih belum banyak. Hal ini dimungkinkan karena penggunaannya yang belum banyak diketahui dan harga obat masih mahal. Hal ini berlaku bukan hanya di Indonesia, tetapi juga berlaku di negara maju. Penggunaannya pada orang dewasa lebih banyak dibandingkan dengan anak.

      Obat inhalasi di luar serangan asma hanya diberikan apabila memerlukan obat pengendali, yang biasa digunakan adalah natrium kromoglikat dan golongan steroid. Natrium kromoglikat menurut KNAA diberikan apabila termasuk asma episodik sering sedangkan penggunaan steroid dapat diberikan pada asma episodik sering dan asma persisten. Natrium kromoglikat menunjukkan absorbsi yang tidak baik sehingga hanya efektif bila diberikan secara inhalasi. Obat ini tersedia dalam nebulizer solution, serbuk aerosol dan aerosol dengan dosis 20 mg untuk nebulizer atau 2 mg secara aerosol.

      Cara penggunaan nebulizer dengan oksigen yaitu meliputi :

      1. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien.
      2. Menyiapkan lingkungan yang aman untuk klien dan memasang sampiran.
      3. Memberi posisi yang nyaman pada klien.
      4. Mengontrol flowmeter dan humidifier.
      5. Mencuci tangan
      6. Menyambungkan masker nebulizer dengan tabung oksigen dengan selang penghubung
      7. Mengontrol apakah selang dan masker berfungsi dengan baik
      8. Menghisap obat sesuai instruksi medik dan memasukkannya ke dalam tabung masker nebulizer
      9. Memasang masker sesuai wajah klien
      10. Mengalirkan oksigen sesuai indikasi medik
      11. Mengevaluasi respon klien (pola napas)
      12. Merapihkan pasien
      13. Cuci tangan
      14. Dokumentasi : jenis obat dan jumlah liter oksigen yang diberikan, waktu pemberian dan reaksi pasien.



      Oleh : Bidan Sulistia

      Sumber :
      • news-medical.net




      Terima kasih untuk Like/comment FB :