Obat Nebulizer / Inhaler

Terapi inhalasi adalah pemberian obat ke dalam saluran napas dengan cara inhalasi. Terapi inhalasi juga dapat diartikan sebagai suatu pengobatan yang ditujukan untuk mengembalikan perubahan-perubahan patofisiologi pertukaran gas sistem kardiopulmoner ke arah yang normal, seperti dengan menggunakan respirator atau alat penghasil aerosol. Terapi inhalasi dapat menghantarkan obat langsung ke paru-paru untuk segera bekerja. Dengan demikian, efek samping dapat dikurangi dan jumlah obat yang perlu diberikan adalah lebih sedikit dibanding cara pemberian lainnya.



Terapi pengobatan nebulizer pada orang dewasa

Nebulizer Omron NE-C29

Penggunaan terapi inhalasi 

Penggunaan terapi inhalasi ini diindikasikan untuk pengobatan asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), sindrom obstruktif post tuberkuulosis, fibrosis kistik, bronkiektasis, keadaan atau penyakit lain dengan sputum yang kental dan lengket.

Penggunaannya terbatas hanya untuk obat-obat yang berbentuk gas atau cairan yang mudah menguap dan obat lainnya yang berbentuk aerosol. Pada penyakit Asma dan Chronic Obstructive Pulmonal Disease (COPD=PPOK dan PPOM) terapi inhalasi merupakan terapi pilihan. Dengan terapi inhalasi obat dapat masuk sesuai dengan dosis yang diinginkan, langsung berefek pada organ sasaran. Dari segi kenyamanan dalam penggunaan, cara terapi MDI banyak disukai pasien karena kemana-mana. Kemasan obat juga menguntungkan karena dalam satu botol bisa dipakai untuk 30 atau sampai 90 hari penggunaan.

Kontraindikasi mutlak pada terapi inhalasi tidak ada. Indikasi relatif pada pasien dengan alergi terhadap bahan atau obat yang digunakan.

Ada beberapa cara dalam terapi inhalasi, yaitu :
  1. Inhaler dosis terukur (MDI, metered dose inhaler)
  2. Penguapan (gas powered hand held nebulizer)
  3. Inhalasi dengan intermitten positive pressure breathing (IPPB)
  4. Pemberian melalui intubasi pada pasien yang menggunakan ventilator.
Inhaler dosis terukur atau lebih sering disebut MDI diberikan dalam bentuk inhaler aerosol dengan/tanpa spacer dan bubuk halus (dry powder inhaler) yaitu diskhaler, rotahaler, dan turbohaler.

Pada umumnya diberikan pada pasien yang sedang berobat jalan dan jarang dipergunakan di Rumah sakit. Cara ini sangat mudah dapat dibawa kemana-mana oleh pasien, sehingga menjadi pilihan utama bagi penderita asma. MDI terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian kotak yang mengandung zat dan bagian mouthpiece. Bila bagian kotak yang mengandung zat ini dibuka (ditekan), maka inhaler akan keluar melalui mouthpiece.

Pemakaian inhaler

Pemakaian inhaler aerosol harus dikocok lebih dulu agar obat homogen, lalu tutupnya dibuka inhaler dipegang tegak, kemudian dilakukan maksimal ekspirasi pelan-pelan mulut inhaler diletakkan diantara kedua bibir, lalu katupkan kedua bibir dan lakukan inspirasi pelan-pelan. Pada waktu yang sama kanester ditekan untuk mengeluarkan obat tersebut dan penarikan napas diteruskan sedalam-dalamnya, tahan napas sampai 10 detik atau hitungan 10 kali dalam hati.

Obat atau zat yang biasanya digunakan secara aerosol pada umumnya adalah:
  1. Beta 2 simptomimetik, seperti metaprotenolol (Alupen), albuterol (Venolen dan Proventil), terbutalin (Bretaire), bitolterol (Tornalat), isoetarin (Bronkosol)
  2. Steroid, seperti beklometason (Ventide), Triamnisolon (Azmacort), flunisolid (Aerobid)
  3. Antikolinergik, seperti atropin dan ipratropium (Atrovent)
  4. Amaka ntihistamin sebagai pencegahan seperti natrium kromolin (Intal)
Keuntungan dari aerosol ini baik diberikan secara aerosol maupun dengan inhaler adalah memberikan efek bronkodilator yang maksimal dan lebih baik dibandingkan dengan cara pemberian lainnya, sementara pengaruh sistemiknya tidak ada. Oleh karena itu cara pengobatan ini adalah cara yang paling optimal.

Efek samping dan komplikasi jika aerosol diberikan dalam jumlah besar, maka dapat menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan (bronkospasme). Disamping itu bahaya iritasi dan infeksi pada jalan napas,terutama infeksi nosokomial juga dapat terjadi.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • galerimedika.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :