Pemberian nebulizer

Tujuan pemberian nebulizer adalah untuk mengurangi sesak pada penderita asma, untuk mengencerkan dahak, mengurangi bahkan menghilanngkan bronkospasme. Terapi nebulizer dapat diberikan langsung pada tempat atau sasaran aksinya seperti paru-paru, oleh karena itu dosis yang diberikan rendah untuk dapat menurunkan absorpsi sistemik dan efek samping sistemik.



Terapi pengobatan nebulizer pada orang dewasa

Nebulizer Omron NE-C28

Pengiriman obat melalui nebulizer sangat cepat sehingga aksinya lebih cepat dari pada rute lainnya seperti subkutan atau oral, udara yang dihirup melalui nebulizer telah lembab, yang dapat membantu mengeluarkan sekresi bronchus. Alat nebulizer berguna untuk yang punya masalah dengan saluran pernapasan seperti:
  1. Batuk, untuk mengeluarkan lendir (plegm/slem) di paru-paru atau dada serta mengencerkan dahan napas
  2. Asma dan sinusitis, bunyi tarikan nafasnya sangat kuat dan sesak napas
  3. Pilek atau hidung tersumbat, melancarkan saluran pernapasan dengan terapi inhalasi ini juga ampuh, penggunaannya sama dengan obat oral 3 kali sehari, campuran (obat) uapnya biasanya juga obat-obatan yang memang untuk melancarkan jalan
  4. Alergi yang menyebabkan batuk-batuk, pilek, dan yang menjurus ke serangan asma atau sinusitis

Indikasi nebulizer:

Untuk penderita asma, sesak napas kronik, batuk, pilek dan gangguan saluran pernapasan. Indikasi terapi nebullizer untuk memberikan medikasi secara langsung pada saluran napas untuk mengobati bronkospasme akut, produksi mukus yang berlebihan, batuk dan sesak napas, epiglotitis, dan saat dilakukan pemeriksaan fisik terdengar suara wheezing pada kedua lapang paru. Indikasi dari perawatan dengan menggunakan nebulizer diantaranya adalah:
  1. Rasa tertekan di dada
  2. Peningkatan produksi sekret
  3. Pneumonia (kongesti) atau ateletaksis

Kontraindikasi nebulizer:

Pada penderita trakeotomi dan pada penderita fraktur didaerah hidung. Kontraindikasi dengan perawatan nebulizer yaitu:
  1. Tekanan darah tinggi (autonomic hiperrefleksia)
  2. Nadi yang meningkat atau takikardia
  3. Riwayat yang tidak baik dari pengobatan
Kerusakan/komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pemberian nebulizer, diantaranya:
  1. Henti nappas
  2. Dosis yang kurang tepat karena kurang tepat dalam menggunakan alat ataupun tekniknya
  3. Kurang dalam pemberian obat karena malfungsi dari alat tersebut
  4. Pemberian dosis tinggi dari beta agonis akan menyebabkan efek yang tidak baik pada sistem sekunder dari penyerapan obat tersebut. Hipokalemia dan atrial atas ventricular disritmia dapat ditemui pada pasien dengan kelebihan dosis
  5. Spasme bronkus atau iritasi pada saluran pernapasan
  6. Alat aerosol atau adapter yang digunakan dan teknik penggunaan dapat mempengaruhi penampilan karakter dari ventilator terhadap sensitifitas sistem alarm
  7. Penambahan gas pada circuit ventilator dari nebulizer dapat meningkatkan volume, aliran dan tekanan puncak saluran udara
  8. Penambahan gas pada ventilator dari nebulizer juga dapat menyebabkan kipas pada ventilator tidak berjalan selama proses nebulasi.
Penatalaksanaan pemberian nebulasi pada penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) perlu dilakukan penilaian awal yang teliti mengenai tingkat perjalanan penyakit, lamanya gejala, adanya gangguan faal obstruksi jalan napas dan derajat obstruksi.

Penatalaksanaan selalu mencakup suatu pengobatan yang terarah dan rasional, bukan semata-mata pengobatan medika mentosa. Prinsip pengobatan terdiri dari usaha pencegahan, mobilisasi dahak yang lancar, memberantas infeksi yang ada, mengatasi obstruksi jalan napas, mengatasi hipoksemia pada keadaan dengan gangguan faal yang berat, fisioterapi dan rehabilitasi dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang lama hidup.

Dalam pemberian nebulizer diharapkan petugas kesehatan dapat mempertimbangkannya dari segi indikasi atau manfaatnya agar tujuan terapi dapat tercapai maksimal. Selain itu, selalu perhatikan ketepatan dosis obat dan vitalitas alat saat pemeriksaan dilakukan.



Oleh : Bidan Esi Esasi

Daftar pustaka:
  • elyernawati.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :