Cara Membuat Anak Rileks Selama Pengobatan dengan Nebulizer


Asma merupakan gangguan inflamasi kronik saluran nafas dengan banyak sel yang berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan inflamasi dapat menyebabkan mengi berulang, sesak nafas, rasa dada tertekan dan batuk, khususnya pada malam atau dini hari. Asma dapat didefinisikan sebagai kumpulan tanda dan gejala mengi serta batuk dengan karakteristik yaitu timbul secara episodik dan atau kronik, cenderung pada malam hari atau dini hari (nokturnal), musiman.

Adanya faktor pencetus diantaranya aktivitas fisik dan bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan penyumbatan, serta adanya riwayat asma atau atopi lain pada pasien atau keluarga, sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan. Pedoman Nasional Asma Anak juga menggunakan batasan yang praktis dalam bentuk batasan operasional yaitu mengi berulang terkadang disertai batuk persisten dengan karakteristik yaitu timbul secara episodik, cenderung pada malam hari atau dini hari (nokturnal), musiman, faktor pencetus diantaranya aktivitas fisik, dan bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan, serta adanya riwayat asma atau atopi lain pada pasien atau keluarganya.



Terapi pengobatan nebulizer pada anak

Pengobatan asma anak

Di Indonesia masih banyak penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya penyakit asma yang tergolong penyakit tidak menular. Penyakit asma ini dapat berpengaruh pada kualitas dan produktivitas hidup masyarakat Indonesia terutama pada anak-anak, hal ini ditunjukkan dengan didapatkan angka kekambuhan asma yang tinggi dan hilangnya hari sekolah pada anak. Asma dapat timbul pada berbagai usia dan dapat menyerang pada semua jenis kelamin namun dari waktu ke waktu terlihat kecenderungan terjadinya suatu peningkatan penderita. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa beberapa kota besar di Indonesia menyebutkan prevalensi asma berkisar 3,8%-6,9%.

Obat asma dapat dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu obat pereda (reliever) dan obat pengendali (controller). Kelompok pertama adalah obat pereda atau pelega atau obat serangan. Obat pelega (reliever) asma ini digunakan untuk meredakan serangan atau gejala asma jika sedang timbul. Bila serangan sudah teratasi dan sudah tidak ada gejala lagi maka obat ini tidak digunakan lagi. Kelompok kedua adalah obat pengendali, sering disebut sebagai obat pencegah, atau obat profilaksis.

Obat ini digunakan untuk mengatasi masalah dasar asma yaitu inflamasi respitorik kronik. Obat asma dapat diberikan lewat beberapa cara seperti oral, inhalasi atau injeksi. Keuntungan utama obat inhalasi adalah menghasilkan efek langsung ke saluran nafas, yang menghasilkan konsentrasi lokal tinggi dengan resiko sistemik yang kurang. Salah satu terapi inhalasi yang sering digunakan untuk mengobati asma ialah nebulizer.

Penggunaan nebulizer pada asma anak

Penggunaan nebulizer kadang membuat anak-anak merasa takut atau gugup. Hal ini dapat membuat penyerapan obat tidak sempurna. Agar penyerapan obat sempurna maka anak harus rileks saat pemberian terapi. Tips berikut dapat membantu anak rileks selama pengobatan nebulizer :

  • Gunakan nebulizer pada waktu yang sama dan di tempat yang sama setiap hari. Maka akan menjadi bagian rutin dari rutinitas anak Anda.
  • Membuat game dari menggunakan nebulizer. Anda dapat membantu anak Anda berpura-pura menjadi astronot, misalnya. Anda juga dapat membeli masker nebulizer khusus untuk anak-anak yang datang dalam bentuk yang menyenangkan dan warna.
  • Membuat mesin nebulizer lebih anak-anak dengan mendorong anak Anda untuk menghiasnya.
  • Cobalah menonton film selama pengobatan asma mereka.
  • Jika anak Anda lebih tua, dia mungkin ingin mengambil beberapa tanggung jawab untuk pengobatan nebulizer. Biarkan anak Anda untuk membantu Anda menempatkan topeng dan menghidupkan mesin dan mematikan.
  • Pastikan untuk memberikan anak Anda banyak dukungan positif untuk bekerja sama selama pengobatan nebulizer.

Oleh : Bidan Esi Esasi

Daftar Pustaka:
  • bahantutorial.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :