Perbedaan Nebulizer dengan Vaporizer

Nebulizer dan alat penguap atau vaporizer keduanya merupakan alat bantu pernapasan yang biasanya digunakan oleh masyarakat pada umumnya di rumah. Nebulizer dan alat penguap atau vaporizer merupakan alat yang sangat membantu bagi orang-orang yang mempunyai kesulitan dalam bernapas dan masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan kualitas udara.


Terapi pengobatan nebulizer untuk bayi

Nebulizer Omron NE-C29


Nebulizer dapat digunakan langsung bersama dengan obat yang dikonsumsi, mengubah obat cair menjadi uap dengan cepat. Nebulizer bermanfaat untuk memudahkan pasien dalam pemberian terapi. Manfaat vaporizer, juga dikenal sebagai humidifier dengan cara meningkatkan kualitas udara dengan melepaskan uap air bersih ke udara dan membantu menjaga kelembaban pada tingkat yang optimal. Namun pada vaporizer tidak selalu dapat ditambahkan dengan obat. Hal ini bergantung dengan sifat obat yang digunakan.

Nebulizer digunakan terutama dalam bidang medis. Sebuah nebulizer terdiri dari wadah yang menampung larutan cairan obat. Wadah ini melekat ke perangkat yang dikenal sebagai alat penyemprot. Tetesan obat cair diubah dalam bentuk uap yang kemudian dapat disemprotkan keluar. Semprotan ini biasanya diambil dan dihirup oleh pasien melalui mulut atau hidung. Namun alangkah lebih baiknya bila semprotan cairan obat tersebut dihirup melalui hidung karena obat akan langsung mencapai ke saluran pernapasan. Dan tidak dianjurkan pada pasien yang sedang melakukan nebu untuk berbicara karena dapat mengurangi penghirupan obat pada nebulizer. Pasien sebaiknya dalam keadaan relaks agar obat dapat terhirup dengan sempurna.

Alat penguap atau vaporizer

Alat penguap atau vaporizer melepaskan kelembaban ke udara dan biasanya digunakan untuk meredakan udara kering di rumah dan meningkatkan kualitas udara. Udara kering dapat memperburuk kondisi alergi dan paru-paru. Alat penguap udara atau vaporizer hangat bertindak dengan pemanasan cair dan melepaskannya ke udara. Alat penguap atau vaporizer bertindak dengan melepaskan kabut cair pada suhu ruangan. Cairan ini biasanya hanya air, meskipun cairan obat kadang-kadang digunakan. Hal ini berguna dalam pemberian obat-obatan yang dihirup tanpa perlu mensterilkan vaporizer, karena tidak ada kontak langsung terjadi antara pasien dan vaporizer.

Berbeda halnya dengan nebulizer. Ketika nebulizer akan digunakan kembali, masker pada nebulizer harus di sterilkan terlebih dahulu atau diganti dengan masker yang baru. Karena pada nebulizer, masker digunakan untuk satu pasien. Artinya terdapat kontak langsung antara nebulizer dengan pasien sehingga untuk menghindari infeksi nosokomial perlu diganti dengan menggunakan masker yang baru atau steril.

Pada dasarnya nebulizer dengan vaporizer adalah alat yang digunakan untuk proses penguapan. Kedua ini, alat penguap atau vaporizer dan nebulizer bekerja dengan menempatkan media cair ke atmosfer. Cairan disemprotkan pada suhu kamar, dan itu dibagikan dalam bentuk aerosol. Selain itu, keduanya digunakan untuk meningkatkan kesehatan manusia dan kualitas hidup.

Vaporizer dapat digunakan bersamaan dengan pasien lain dalam satu ruangan. Hal ini yang membuat vaporizer tidak perlu disterilkan apabila akan digunakan kembali.

Perbedaan vaporizer dengan Nebulizer

Perbedaan nebulizer dan alat penguap atau vaporizer adalah dalam hal teknis. Nebulizer digunakan hanya untuk mengobati satu orang pada satu waktu, sedangkan alat penguap atau vaporizer dapat mengobati beberapa orang yang berada dalam satu ruangan, hal ini tergantung pada ukuran vaporizer. Nebulizer selalu dikaitkan dengan obat yang digunakan, sementara vaporizer biasanya tidak menggunakan obat. Nebulizer memanfaatkan cairan pada suhu kamar sedangkan vaporizer melakukan pemanasan udara menggunakan cairan yang telah dipanaskan.





Oleh : Bidan Sulistia

Sumber :
  • portalkesehatan.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :