Terapi Inhalasi Pada Asma Anak Dengan Nebulizer

Pemberian obat pada asma dapat berbagai macam cara yaitu parenteral, per oral, atau perinhalasi. Pemberian per inhalasi adalah pernberian obat secara langsung ke dalam saluran nafas melalui penghisapan. Pernberian obat secara inhalasi mempunyai beberapa keuntungan yaitu obat bekerja langsung pada saluran nafas, onset kerjanya cepat, dosis obat yang digunakan kecil, serta efek samping yang minimal karena konsentrasi obat di dalam darah sedikit atau rendah. Pemberian aerosol yang ideal adalah dengan alat yang sederhana, mudah dibawa, tidak mahal, secara selektif mencapai saluran nafas bawah, hanya sedikit yang tertinggal di saluran nafas atas serta dapat digunakan oleh anak, orang cacat atau orang tua.

Namun keadaan ideal tersebut tidak dapat sepenuhnya tercapai dengan adanya beberapa keuntungan dan kerugian masing-masing jenis alat terapi inhalasi. Terapi inhalasi dapat diberikan dengan inhaler dosis terukur (metered dose inhaler=MDI), MDI dengan bantuan spacer, nebulizer, intermitten positive pressure breathing, rotahaler, atau diskhaler. Jenis terapi inhalasi di atas mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing. Keberhasilan terapi inhalasi ditentukan oleh indikasi, cara pemilihan obat, jenis obat, dan cara pemberiannya.

 Terapi pengobatan nebulizer untuk anak

Nebulizer omron NE-C28



Nebulizer pada asma anak


Pada asma anak, baik tatalaksana serangan (Pereda, reliever) maupun tatalaksana jangka panjang (pengendali, controller) sangat dianjurkan penggunaan secara inhalasi. Penggunaan terapi inhalasi merupakan pilihan tepat pada asma karena banyak manfaat yang didapat seperti onset kerjanya cepat, dosis obat kecil, efek samping minimal, dan langsung mencapai target. Namun demikian, terapi inhalasi ini mempunyai beberapa kendala yaitu tehnik dan cara pemberian yang kurang tepat sehingga masih banyak yang tidak menggunakannya. Dengan mengetahui hal di atas diharapkan pengobatan asma mencapai kemajuan yang cukup berarti.

Terapi inhalasi dengan nebulizer pada asma dewasa telah banyak digunakan dan keberhasilannya cukup baik. Penggunaannya pada anak belum banyak atau apabila diberikan seringkali cara dan jenis obat inhalasi tidak tepat atau bahkan anak atau orang tua tidak cukup mengerti kapan dan bagaimana penggunaannya untuk pengobatan asma anaknya. Selain itu jenis terapi inhalasi dengan nebulizer yang dipasarkan saat ini dibuat untuk orang dewasa yang kemudian digunakan juga untuk anak.

Untuk menunjang keberhasilan penggunaan pada anak diperlukan pengetahuan mengenai perbedaan antara dewasa dan anak dalam hal fisiologi dan sistem koordinasi serta tentang teknik inhalasi yang optimal sehingga penggunaan terapi inhalasi dengan nebulizer dapat lebih dipahami. Obat/zat yang biasanya digunakan secara aerosol pada umumnya adalah beta 2 simpatomimetik, kortikosteroid, antikolinergik, dan antihistamin. Bahaya iritasi saluran napas dan terjadinya bronkospasme serta reaksi hipersensitivitas (obat atau vehikulum) dapat terjadi pada penggunaan terapi ini.


Faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi


Dengan memperhatikan kebutuhan anak maka diperlukan pengetahuan bahwa masa anak merupakan masa dengan adanya perubahan nyata pada perkembangan fisik, intelektual, dan sosial pada masa prasekolah. Beberapa faktor yang mempengaruhi delivery aerosol pada anak antara lain:
  • Perubahan anatomi. Bagaimana efek perubahan anatomi pada awal tahun kehidupan tidak jelas. Saluran pernapasan anak relatif lebih kecil dibandingkan dewasa sehingga aliran udara inspirasi lebih rendah yang menyebabkan deposit obat terutama pada saluran pernapasan sentral.
  • Kompetensi. Kompetensi atau kemampuan anak merupakan faktor sangat penting dalam delivery obat. Anak kecil tidak mempunyai kompetensi untuk melakukan manuver inhalasi yang kompleks. Alat/jenis inhalasi yang tersedia dan dipasarkan saat ini dibuat untuk orang yang bisa melakukan inhalasi melalui mulut waktu melakukan manuver inhalasi yang kompleks, misalnya pressured metered dosedinhalers (pMDIs). Anak sekolah sudah dapat melakukan usaha inspirasi maksimal yang diperlukan untuk menggunakan alat inhalasi jenis dry powder inhaler (DPI) dan hanya sedikit yang bisa menggunakan pMDI. Sehingga pada anak lebih dianjurkan menggunakan alat nebulizer.
  • Pola pernapasan bayi dan anak akan mempengaruhi seberapa banyak aerosol yang diinhalasi ke dalam paru-paru. Pernapasan pada bayi dan anak menunjukkan volume pernapasan tidal yang kecil sehingga mengurangi delivery obat, pola pernapasan bervariasi luas dengan aliran udara inspirasi (inspiratory flow rates =IFR) bervariasi antara 0 sampai 40 L/menit. Aliran udara yang cepat akan menyebabkan deposit pada saluran napas yang lebih proksimal.
  • Anak yang menangis mempunyai IFR tinggi dan terjadi pernapasan mulut sehingga seharusnya akan meningkatkan delivery obat ke paru-paru. Namun, kenyataannya jumlah obat yang diinhalasi ke paru-paru berkurang karena kurang baiknya masker muka menempel dan pada waktu menangis pernapasan pendek dan cepat.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber : 
  • kidshealth.org




Terima kasih untuk Like/comment FB :