Obat Nebulizer Untuk Asma

Obat nebulizer untuk asma bermacam-macam. Terdapat banyak macam obat nebulizer untuk asma yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala penyakit asma pada pasien. Salah satu contoh obat nebulizer untuk asma yaitu fexotide. obat nebulizer untuk asma ini memiliki komposisi Fluticasone prponiate. Obat nebulizer untuk asma ini memiliki indikasi untuk meredakan gejala dan eksaserbasi asma pada pasien yang sebelumnya melakukan terapi dengan bronkodilator saja atau dengan terapi profilaksis lain. Profilaksis asma berat pada dewasa dan remaja lebih dari 16 tahun. Terapi eksaserbasi akut asma ringan sampai dengan sedang pada anak dan remaja 4-16 tahun. Dalam menggunakan obat ini dosis yang dianjurkan untuk dewasa dan anak remaja lebih dari 16 tahun 500-2000mcg 2 kali sehari.



Obat Nebulizer Untuk Asma
nebulizer omron


Adapun efek samping yang dapat ditimbulkan akibat obat ini yaitu kandidiasis pada mulut dan tenggorokan, rekasi hipersensitivitas pada kulit, suara serak, bronkospasme paradoksikal, retardasi pertumbuhan, supresi adrenal, katarak, penurunan densitas tulang dan glukoma.

Obat Nebulizer Untuk Asma Selain Fexotide

Selain fexotide, obat nebulizer untuk asma yang lainnya antara lain sebagai berikut:

  • Berotex

Berotex merupakan obat nebulizer untuk penyakit asma yang memiliki fungsi untuk melonggarkan saluran pernapasan. Adapun dosis dalam pemberian obat ini yaitu pada orang dewasa dan anak-anak lebih dari 12 tahun yang memiliki asma akut yaitu sebanyak 0,5 ml/10 tetes, sedangkan pada kasus berat pemberian dosis lebih tinggi, mungkin diperlukan sebanyak 1-11,25 ml/ 20-25 tetes.

  • Bisolvon cair

Bisolvon merupakan salah satu obat nebulizer untuk asma yang banyak digunakan untuk mengatasi gejala penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). bisolvon cair merupakan sebuah obat yang memiliki fungsi untuk mengencerkan dahak. Dengan menggunakan bisolvon ini dahak akan menjadi lebih encer sehingga dapat dengan mudah untuk dikeluarkan. Untuk menggunakan bisolvon nebulizer ini tentunya dibantu dengan alat nebulizer agar lebih mudah memasukannya ke dalam saluran pernapasan. Dosis yang dianjurkan dalam penggunaan bisolvon nebulizer ini tentunya berbeda antara dosis yang diberikan untuk anak-anak dan dosis yang diberikan untuk dewasa. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa yaitu 10 tetes/1 cc. Sedangkan dosis yang doanjurkan untuk anak-anak 2 tetes/5 kg BB (berat badan). Untuk lebih mengetahui dosis yang tepat dalam menggunakan bisolvon lakukanlah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Combiven

Combiven juga digunakan sebagai obat nebulizer untuk asma dimana obat ini merupakan kombinasi dari ipratropium dan salbutamol sulfate yang memiliki fungsi untuk melonggarkan saluran pernapasan. Dosis yang dianjurkan dalam menggunakan obat ini yaitu untuk orang dewasa diberikan sebanyak 1 unit vial 3-4 kali/hari.

  • Ventolin

Ventolin merupakan salah satu obat nebulizer untuk asma yang memiliki komposisi salbutamol sulfate. Obat ini memiliki indikasi untuk penanganan dan pencegahan serangan asma, penanganan rutin bronskospasme kronik yang tidak memberi respon terhadap terapi konvensional, asma berat akut (status asmatikus). Dosis yang dianjurkan untuk penggunaan obat ini yaitu pada anak-anak dan dewasa awalnya dapat diberikan 2,5 mg kemudian dapat ditingkatkan sampai 5 mg. Dapat diulangi 4 kali sehari menggunakan nebulizer. Obstruksi saluran napas berat dapat diberikan sampai 40mg/hari. Kemudian efek samping yang dapat disebabkan akibat obat nebulizer ini yaitu tremor, sakit kepala, takikardi, iritasi mulut dan tenggorokan, kram otot.

Selain keempat obat nebulizer untuk asma yang telah dijelaskan diatas, masih terdapat obat nebulizer untuk asma yang lainnya. Dalam memilih obat nebulizer untuk asma yang sesuai atau cocok bagi pasien penderita asma sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter.







Oleh : Bidan Sulis
Sumber:

  • apotikantar.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :