Alat Uap Untuk Bayi

Alat uap untuk bayi atau nebulizer dapat digunakan oleh bayi. Penggunaan alat uap untuk bayi ini digolongkan aman apabila obat yang digunakan memang dikhususkan untuk bagi. Selain itu alat uap untuk bayi juga perbedaannya hanya terletak pada ukuran sungkup yang digunakan lebih kecil dari pada ukuran anak-anak ataupun dewasa. Nebulizer ini pada umumnya digunakan untuk mengobati penyakit asma. Disamping kegunaannya untuk mengobati penyakit asma, ternyata terdapat manfaat lain yaitu sebagai alat fisioterapi untuk bayi.


Alat Uap Untuk Bayi
nebulizer omron Ne-C29



Pada bayi biasanya sering mengalami penyakit seperti flu, batuk berdahak yang dapat di sembuhkan dengan jalan fisioterapi. Dokter anak akan menyarankan ibu bayi agar bayinya dilakukan fisioterapi apabila bayi tersebut mengalami batu berdahak dengan dahak yang menghalangi saluran pernapasannya disamping dengan meresepkan obat. Fisioterapi ini mampu membantu mengeluarkan dahak yang menghalangi saluran pernapasan bayi.

Alat Uap untuk Bayi sebagai Alat Fisioterapi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa alat uap untuk bayi seperti nebulizer dapat digunakan sebagai alat fisioterapi. Alat uap untuk bayi sebagai alat fisioterapi ini bermanfaat sekali dalam meringankan gejala penyakit yang terjadi pada bayi. Namun, dalam menjalankan fisioterapi ini, pengobatan dari dokter juga harus tetap diberikan. Artinya fisioterapi dengan alat uap untuk bayi dan pemberian obat untuk bayi tersebut tetap diberikan.

Biasanya kegiatan fisioterapi dengan menggunakan alat nebulizer ini dilakukan untuk batuk pilek yang bersifat ringan tanpa disertai dengan demam. Selain itu batuk pilek ringan tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari 3 hari. Dari syarat tersebut maka fisioterapi dengan menggunakan alat nebulizer dapat dilakukan. Tidak dianjurkan untuk melakukan fisioterapi pada bayi dengan kondisi mengalami batuk pilek yang berat dan disertai dengan beberapa hal berikut seperti adanya demam, dan adanya sesak karena dapat memperparah kondisi dari bayi tersebut. Selain itu jangan lakukan fisoterapi pada bayi yang baru saja menghabiskan makanannya karena dapat membuat bayi tersebut muntah apabila dilakukan fisioterapi.

Sebelum dilakukan fisioterapi dengan menggunakan alat nebulizer ini, dianjurkan agar bayi banyak meminum air [utih. Selain itu pakaian yang dikenakan oleh bayi harus longgar tidak ketat, ruangan yang digunakan untuk tindakan fisioterapi tidak berdebu, ruangan tidak lembab, terdapat ventilasi di dalam ruangan.

Biasanya tahapa melakukan fisioterapi dengan menggunakan alat nebulizer ini menjadi tahapan yang pertama dalam melakukan tindakan fisioterapi. Tindakan fisioterapi dengan menggunakan alat nebulizer dinamakan juga dengan inhalasi. Dalam tindakan inhalasi ini biasanya bayi diberikan obat dalam bentuk uap. Caranya ialah dengan memasukkan obat cair ke dalam nebulizer kemudian nebulizer mengubahnya menjadi bentuk uap agar dapat dihirup oleh bayi tersebut. Obat dalam bentuk uap ini dapat bekerja secara langsung pada saluran pernapasan dari hidung menuju paru-paru bayi. Masker yang digunakan harus sesuai dengan ukuran mulut bayi. Masker tersebut harus dapat menutupi area wajah disekita mulut dan hidung bayi. Dan pastikan tidak ada udara yang keluar dari masker saat dipasang pada mulut bayi tersebut. Pemberian obat melalui nebulizer ini termasuk ke dalam fisioterapi karena obat yang diberikan merupakan obat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak yang terdapat pada saluran pernapasan. Dan tak jarang biasanya dahak tersebut dapat keluar melalui mulut dan tertampung di dalam sungkup. Setelah fisioterapi dilakukan dengan alat nebuliser, selanjutnya fisioterapi dilakukan dengan cara pengaturan posisi tubuh dan pemukulan atau perkusi area dada atau punggung bayi.





Oleh : Bidan Rina
Sumber :

  • tips-kesehatan.blogspot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :