Dosis Nacl Untuk Nebulizer

Dosis nacl untuk nebulizer haruslah sesuai dengan petunjuk atau arahan dari dokter. Maka darai itu dalam menentukan dosis nacl untuk nebulizer tidak dapat sembarangan. dosis nacl untuk nebulizer yang akan diberikan pada anak-anak dan orang dewasa akan berbeda, tergantung dari kebutuhan masing-masing pasien. Dalam menentukan dosis nacl untuk nebulizer lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Nacl merupakan sebuah zat yang digunakan untuk nebulizer sebagai obat yang memiliki fungsi atau kegunaan untuk mengencerkan dahak.

Informasi harga dan pembelian ALAT NEBULIZER klik disini

dosis nacl untuk nebulizer
Nebulizer kompresor Omron NE-C28

dosis nacl untuk nebulizer
 Nebulizer portabel ultrasonic Polygreen

dosis nacl untuk nebulizer
  Nebulizer kompresor  Philips

dosis nacl untuk nebulizer
 Nebulizer kompresor Omron NE-C801

dosis nacl untuk nebulizer
Nebulizer ultrasonic Omron NE-U17 


Dosis NaCl Untuk Nebulizer dan Dosis Obat Lainnya

Biasanya dosis nacl untuk nebulizer diberikan kepada pasien yang menderita penyakit asma berat, setelah pasien tersebut melakukan terapi inhalasi dengan menggunakan bronkodilator dapat dilanjutkan dengan cairan nacl sebanyak 0,9% dengan menggunakan nebulizer selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Biasanya nacl dapat dijadikan sebagai campuran atau tambahan obat ventolin nebulizer. Dalam menentukan dosis nacl untuk nebulizer lakukanlah konsutasi dengan dokter.

Selain nacl, obat nebulizer yang dapat digunakan untuk mengencerkan dahak yaitu bisolvon cair. Bisolvon cair memiliki fungsi yang sama dengan nacl. Dosis yang biasanya dianjurkan dalam menggunakan obat ini yaitu pada anak-anak sebanyak 2 tetes/5 kg berat badan, sedangkan bagi orang dewasa yaitu sebanyak 10 tetes / 1 cc.

Dengan mengunakan cara nebulizer, dapat sangat membantu dalam mencegah dan mengatasi serangan asma. Dengan menggunakan cara ini tentunya menggunkan obat nebulizer yang memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda setiap obatnya. Obat nebulizer bukanlah hanya nacl saja ataupun bisolvon cair dan obat nebulizer bukan hanya memiliki kegunaan untuk mengencerkan dahak saja, akan tetapi masih terdapat beberapa obat nebulizer lain yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit asma. Obat nebulizer tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Pulmicort
Pulmicort merupakan salah satu obat nebulizer yang memiliki fungsi atau kegunaan sebagai obat anti radang dan sebagai obat yang dapat membantu dalam melonggarkan saluran pernapasan. Pulmicort memiliki kandungan bahan aktif budesonide. Budesonide, dalam direkomendasikan dosis, mengurangi keparahan gejala dan frekuensi eksaserbasi asma dengan efek samping yang lebih sedikit daripada menggunakan sistemik kortikosteroid, anti-inflamasi di bronchi,.

  • Berotex
Obat nebulizer berotex memiliki fungsi untuk melonggarkan saluran pernapasan. Dosis yang dianjurkan dalam menggunakan obat ini yaitu pada orang dewasa dan anak-anak lebih dari 12 tahun dengan episode asma akut sebesar 0,5 ml/10 tetes, sedangkan pada kasus berat pemberian dosis lebih tinggi sebanyak 1-1,25 ml/20-25 tetes mungkin diperlukan.

  • Ventolin
Obat nebulizer ventolin memiliki komposisi salbutamol sulfate. Obat ini memiliki indikasi untuk penanganan dan pencegahan serangan asma, penanganan rutin bronskospasme kronik yang tidak memberi respon terhadap terapi konvensional, asma berat akut (status asmatikus). Dosis yang dianjurkan untuk penggunaan obat ini yaitu pada anak-anak dan dewasa awalnya dapat diberikan 2,5 mg kemudian dapat ditingkatkan sampai 5 mg. Dapat diulangi 4 kali sehari menggunakan nebulizer.

  • Fexotide
Fluticasone propionate merupakan zat yang terdapat dalam obat nebulizer fexotide. obat nebulizer ini memiliki indikasi untuk meredakan gejala dan eksaserbasi asma pada pasien yang sebelumnya melakukan terapi dengan bronkodilator saja atau dengan terapi profilaksis lain.. Dosis yang dianjurkan dalam menggunakan obat nebulizer ini yaitu untuk dewasa dan anak remaja lebih dari 16 tahun 500-2000 mcg sebanyak 2 kali sehari. obat ini juga memiliki efek samping yaitu rekasi hipersensitivitas pada kulit, kandidiasis pada mulut dan tenggorokan, suara serak, bronkospasme paradoksikal, retardasi pertumbuhan, supresi adrenal, glukoma, penurunan densitas tulang dan katarak.



Oleh : Bidan Sulis
Sumber:
  • alatnebulizer.com
  • apotikantar.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :