Dosis obat nebulizer pada anak

Dosis nebulizer pada anak haruslah di sesuaikan dengan anjuran yang di berikan dokter. Karena jika pemberian dosis obat pada anak salah maka di khawatirkan akan terjadi hal yang tidak – tidak. Berikut merupakan macam – macam obat yang biasa digunakan untuk nebulizer dan dosis obat nebulizer pada anak yang biasa di berikan, diantaranya:

  • Ventolin

Ventolin merupakan obat yang memiliki kandungan salbutamo sulfate. Indikasi obat ini yaitu penanganan dan pencegahan serangan asma. Penaganan rutin bronkospasma kronik yang tidak member respon terhadap terapi konvensional asma berat akut. Obat ini memiliki kontradiksi dengan abortus yang mengancam kehamilan trimester 1 dan 2. Penanganan persalinan premature seperti plasenta previa, pendarahan anterpatum atau toksemia gravidarum. Efek samping yang dapat di timbulkan adalah tremor, sakit kepala, takikardi, iritasi mulut dan tenggorokan, keram otot. Dosis obat nebulizer pada anak dan dewasa diverika awal 2,5 mg, lalu dapat di tingkatkan sampai 5 mg. data di ulangi 4 kali sehari dengan nebulizer. Obstruksi saluran napas berat untuk dewasa dapat di berikan sampai 40 mg/ hari.



Dosis obat nebulizer pada anak
nebulizer omron


  • Bisolvon cair

Bisolvon cair merupakan obat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak. Dosis yang diberikan untuk orang dewasa sebanyak 10 tetes/1 cc, sedangkan dosis obat nebulizer pada anak ini sebanyak 2 tetes.

  • Atroven

Atrovent merupakan obat yang berfungsi untuk melonggarkan saluran napas, dengan komposisi dari ipratorium bromide. Atrovent adalah antikolinergik yang diberikan dalam bentuk aerosol dan bersifat bronkodilator. Pada orang dewasa > 14 tahun sebanyak 3-4 kali 0,4-2 ml/hari sedangkan dosis obat nebulizer pada anak ini, 6-14 tahun sebanyak 3-4 kali 0,4-1 ml/hari.

  • Berotex

Obat nebulizer berotex merupakan obat yang berfungsi untuk melonggarkan saluran napas. Dosis yang diberikan pada orang dewasa dan dosis obat nebulizer pada anak > 12 tahun dengan asma akut sebanyak 0,5 ml/10 tetes, sedangkan pada kasus berat berikan dosis sebanyak 1-1,25 ml/ 20 – 25 tetes.

  • Flexotide

Obat nebulizer flexotide merupakan obat yang mengandung fluticasone propionate. Obat nebulizer flexotide meredakan gejala dan akseberasi asma pada penderita yang sebelumnya di terapi dengan bronkodilator saja atau terapi profilaksis lain. Efek samping dari obat ini seperti kandidiasis pada mulut dan tenggorokan, suara serak, reaksis hipersensitivitas pada kulit, bronskospasma paradoksial, supresi adrenal, retardasi pertumbuhan, penurunan densitas mineral tulang, katarak dan glukoma. Dosis obat nebulizer pada anak remaja dan dewasa > 16 tahun 500-2000 mcg 2 kali/ hari.

Dosis obat nebulizer pada anak serta manfaat nebulizer

Nebulizer merupakan alat yang memiliki kemampuan untuk merubah obat cair manjadi uap atau aerosol, yang kemudian di salurkan langsung ke paru – paru. Penggunaan nebulizer kebanyak di berikan kepada bayi dan anak – anak karena pada usiater sebut belum bisa mengelurkan dahak secara optimal. Bisa di katakan bahwa penggunaan obat nebulizer lebih baik daripada obat dengan cara di minum, hal tersebut di sebabkan karena mengkonsumsi obat dengan nebulizer tidak mengendap dalam darah. fungsi dari alat nebulizer ini, yaitu:

  • Nebulizer merupakan metode pemberian obat yang memiliki efektivitas lebih tinggi karena, obat di salurkan langsung ke paru- paru.
  • Dapat mengeluarkan dahak.
  • Membantu melancarkan pernapasan.
  • Digunakan oleh penderita yang mengalami gangguan pernapasan, seperti asma, pile atau batuk.
  • Tujuan di berikan nebulizer yaitu untuk memberikan obat melalui napas sponta pada penderita.








Oleh : Bidan Esi
Sumber:

  • babyhealthinformation.blogstpot.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :