Dosis Ventolin Nebulizer

Ventolin nebulizer merupakan sebuah obat nebulizer yang memiliki fungsi untuk mencegah dan menangani serangan asma. dosis ventolin nebulizer yang diberikan kepada orang dewasa dengan dosis ventolin nebulizer yang diberikan kepada anak-anak tentunya terdapat perbedaan. dosis ventolin nebulizer pada orang dewasa (termasuk orang tua) yaitu 2,5 mg sampai 5 mg diberikan sebanyak 4 kali sehari. pada orang dewasa pemberian dosis ventolin nebulizer dapat ditingkatkan hingga 40 mg per hari dan hal tersebut tentunya harus berada dalam pengawasan medis yang ketat di rumah sakit. Sedangkan dosis ventolin nebulizer yang diberikan kepada anak-anak yang berusia 4-11 tahun yaitu 2,5 mg sampai 5 mg, yang diberikan sebanyak 4 kali dalam sehari. Bagi anak-anak yang berusia 12 tahun keatas dosis ventolin nebulizer yang diberikan yaitu per populasi orang dewasa.


Dosis Ventolin Nebulizer
nebulizer merk omron tipe NE-C28


Untuk pemberian dosis ventolin nebulizer pada anak-anak yang berusia kurang dari 4 tahun tidak terlalu dianjurkan untuk menggunakan ventolin nebulizer, dikarenakan efikasi klinis salbutamol pada bayi yang berusia dibawah 18 bulan tidak pasti. Untuk menentukan dosis ventolin nebulizer yang tepat bagi pasien yang menderita penyakit asma sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Ikutilah setiap anjuran dosis ventolin nebulizer yang disarankan oleh dokter.

Ventolin nebulizer adalah obat yang diindikasikan untuk menangani dan mencegah serangan asma, penanganan rutin bronkospasme kronik yang tidak memberi respon terhadap terapi konvensional. dosis ventolin nebulizer dapat dieberikan untuk semua umur, namun tentunya harus sesuai dengan anjuran yang telah diberikan oleh dokter. Ventolin nebulizer merupakan obat yang memiliki komposisi salbutamol dimana salbutamol tersebut merupakan β2-agonis selektif yang memberikan short-acting (4-6 jam) bronkodilatasi dengan onset cepat (dalam waktu 5 menit) di saluran napas obstruksi reversibel.

Ventolin nebulizer merupakan obat yang berbentuk cairan yang murni tanpa adanya tambahan zat lain. Namun apabila penggunaan obat ini digunakan dalam waktu yang berkepanjangan (lebih dari 10 menit) maka dibutuhksn cairan tambahan yaitu cairan saline steril normal. Ventolin nebulizer digunakan secara inhalasi yaitu cara pengobatan dengan memberi obat untuk dihirup agar dapat langsung masuk menuju paru-paru sebagai organ sasaran obatnya. Terapi inhalasi merupakan cara pengobatan dengan memberi obat dalam bentuk uap secara langsung pada alat pernapasan menuju paru-paru. Adapun tujuan dari terapi inhalasi ini yaitu untuk menormalkan kembali pernapasan yang terganggu akibat adanya lendir atau karena sesak napas. Terapi inhalasi merupakan sebuah cara untuk mengatasi asma yang dinilai lebih efektif, kerjanya lebih cepat pada organ targetnya, serta membutuhkan dosis obat yang lebih kecil, sehingga efek sampingnya ke organ lain pun lebih sedikit. Sebanyak 20-30% obat akan masuk di saluran pernapasan dan paru-paru.

Efek Samping dan Dosis Ventolin Nebulizer

Dalam penggunaan ventolin nebulizer tentunya terdapat efek samping yang diakibatkan dari penggunaan obat ini. Ventolin nebulizer memiliki efek samping seperti tremor, sakit kepala, takikardi, iritasi mulut dan tenggorokan, kram otot. Selian itu dalam penggunaan obat ini terdapat beberapa perhatian yang harus diwaspadai yaitu tirotoksikosis, glaukoma sudut tertutup akut, asma berat akut pada penggunaan bersama dengan derivat xantin, steroid dan diuretik. Monitor kadar K serum pada kasus hipokalemia. Kemudian hindari mata terhadap kontak dengan larutan atau uap dari ventolin nebulizer. Selain itu, bagi ibu hamil dan laktasi (menyusui) dalam menggunkan obat ini harus dalam pengawasan.






Oleh : Bidan Sulis
Sumber :

  • alatnebulizer.com
  • ogideardiary.blogspot.co.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :