Efek samping nebulizer

Efek samping nebulizer bisa timbul apabila penggunaan nebulizer terlalu sering digunakan, karena hal tersebut dapat menimbulkan iritasi pada saluran napas. Sebelum membahas lebih jauh menenai efek samping nebulizer, perlu di ketahui apa yang itu nebulizer. Nebulizer merupakan suatu alat yang memiliki kemampuan untuk mengubah obat – obatan bentuk cair menjadi uap atau aerosol, dalam penggunaanya nebulizer dapat menimbulkan efek samping. Namun efek samping nebulizer yang negatif tidak sebanyak penggunaan obat dengan cara di minum(oral). Efek samping nebulizer yaitu biasanya mengembangnya infeksi jamur pada mulut dan suara serak, namun efek samping nebulizer ini sangat jarang terjadi. Dalam melakukan pencegahan efek samping nebulizer, manurut dokter menyarankan pada pengguna nebulizer bahwa orang yang mengggunakan nebulizer harus membilas mulutnya. Hal tersebut dilakukan kecuali pada bronkodilator.



Efek samping nebulizer
nebulizer philips


Seperti yang sudah di katakana sebelumnya bahwa penggunaan nebulizer lebih baik dari pada penggunaan obat melalui di minum. Hal tersebut di sebabkan karena obat yang di berikan melalui nebulizer tidak mengendap dalam darah, karena obat yang di berikan melalui nebulizer berbentuk uap. Selain itu penggunaan nebulizer memiliki efektiitas lebih tinggi daripada obat oral karena langsung di salurkan ke paru – paru. Dalam mengatur dosis obat menggunakan nebulizer, konsultasikan atau minta resep terlebih dahulu pada dokter.

Efek samping nebulizer dan cara menggunakan nebulizer

Nebulizer merupakan alat yang dibutuhkan bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Karena nebulizer memiliki efektivitas lebih tinggi dalam mengobati atau melegakan pernapasan penderita daripada obat yang diminum. Selain itu gangguan pernapasan sering kali mengganggu aktivitas atau kegiatan penderita, karena gangguan pernapasan membuat penderitanya tidak nyaman. Untuk itu apabila terdapat serangan gangguan pernapasan segeralah atasi secepatnya, agar tidak memperburuk kondisi penderita. Namun, seringkali penderita membutuhakan orang lain dalam menggunakan nebulizer, namun tidak semua orang mengetahui cara penggunaan nebulizer. Berikut merupakan cara menggunakan nebulizer, diantaranya:

  • Nebulizer merupakan alat yang harus dijaga kebersihanya, karena alat ini berhubungan dengan mulut yang apabila terdapat bakteri di dalamnya maka dikhawatirkan membawa penyakit lain bagi panggunaanya. Selain itu sebelum menggunakan nebulizer pemberi obat atau orang yang membantu penderita menggunakan nebulizer, terlebih dahulu harus cuci tangan sampai bersih dan kemudian di keringkan.
  • Ambil isi cangkir nebulizer, masukan obat yang telah di resepkan oleh dokter.
  • Sebelum pemberian obat, dudukan penderita pada posisi tegak di kursi dengan nyaman.
  • Pasangkan atu hubungkan corong atau masker ke nebulizer cup. Sebaiknya pasangkan atau hubungkan dengan perlahan dan teliti agar terpasang dengan baik dan benar.
  • Posisikan corong atau masker pada mulut, kemudian perintahkan pendirita untuk bernapas dengan menggunakan mulut sampai obat dalam nebulizer cup habis. Biasa obat akan habis setelah 5 – 10 menit.
  • Ketika penderita sedang menghirup obat pada corong nebulizer, sebaiknya penderita mengatur napas dengan perlahan. Dianjurkan untuk memberikan jeda sekitar 20 detik sebelum menghembuskan napas.
  • Apabila obat menempel pada nebulizer cup, guncangkan sedikit dengan perlahan agar obat mengalir turun.
  • Jika pemberian obat sudah selesai, bersihkan corong atau masker dengan nebulizer cup menggunakan air hingga bersih dan kemudian keringkan dan simpan ditempat bersih untuk digunakan lagi.
  • Terdapat beberapa jenis nebulizer, untuk nebulizer portable penggunaan nebulizer umumnya akan sama seperti penjelasan diatas. Bedanya, nebulizer portable menggunakan baterai dan ukuranya lebih kecil.








Oleh : Bidan Esi
Sumber:

  • okezone.com, bidanku.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :