Fungsi Obat Ventolin

Fungsi obat ventolin adalah mengobati penyakit pada saluran pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ventolin termasuk obat yang masuk kedalam golongan agonis adrenoreseptor beta – 2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Fungsi oabt ventolin ini bekerja dengan cara selektif reseptor beta 2 adrenergik terutama pada otot bronkus. Hal ini menyebabkan terjadinya bronkodilasi karena otot bronkus mengalami relaksasi. Dalam pengggunaanya haruslah di sesuaikan dengan anjuran atau resep dokter, karena dikhawatirkan penggunaan yang berlebih akan berbahaya bagi pengguna. Kegunaan atau fungsi obat ventolin (salbutamol) adalah untuk mengobati kondisi, seperi mengobati bronkospasme yaitu misalnya penyakit asma yang di sebabkan karena alergi tertentu, asma bronchial, bronchitis asmatis, emfisema pulmonum dan penyakit paru obstruktif (PPOK).


Informasi harga dan pembelian ALAT NEBULIZER klik disini

fungsi obat ventolin
  Nebulizer kompresor ABN Compamist

fungsi obat ventolin
  Nebulizer Portabel ABN Mesh Neb

fungsi obat ventolin
 Nebulizer kompresor Omron NE-C28

fungsi obat ventolin
 Nebulizer kompresor Omron NE-C29


Fungsi obat ventolin dan efek samping ventolin

Kegunaan atau fungsi obat ventolin ini juga bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia akut karena kemampuanya merangsang aliran kalium ke dalam sel sehingga konsentrasi kalium dalam darah berkurang. Kegunaan atau fungsi obat ventolin ini lainya adalah untuk mengobati kejang bronkus pada pasien yang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, ventolin lebih di pilih karena bekerja lama dan lebih aman daripada beta 2 adrenergic lainya. namun, obat ini memiliki kontraindikasi terhadap penderita yang memiliki riwayat hipersensitif pada ventolin (salbutamol) atau agonis adrenoreseptor beta 2 lainya. ventolin dipasarkan dengan kemasan box 3 x 10 tablet 2 mg, botol 100 ml sirup, dan ventolin nebulizer dos 20 ampul 2,5 mg.

Obat – obatan dan efek samping yang dapat mempengaruhu setiap individu yang berbeda – beda. Berikut merupakan efek samping yang diketahui terkait dengan obat ventolin ini. Efek samping tidak berarti bahwa semua orang yang menggunakan obat ini akan mengalami efek samping, namun pada umumnya berpengaruh antara 1 dalam 10 dan 1 dalam 100. Efek samping tersebut seperti:

  • Gemetar, biasanya terjadi di tangan (tremor).
  • Sakit kepala.
  • Detak jantung lebih cepat dari detak normal (takikardia).


Efek samping lainya jarang terjadi ( mempengaruhi antara 1 dalam 100 dan 1 dari 1000 orang)

  • Detak jantung berdebar – debar.
  • Kram otot.
  • Mulut dan tenggorokan dengan accuhaler dan evohaler.


Efek samping selanjutnya langka terjadi (mempengaruhi 1 dalam 1000 dan 1 dari 10.000 orang)

  • Peningkatan aliran darah ke ekstremitas, hal tersebut dapat menyebabkan kemerahan.
  • Tingkat kalium dalam darah rendah (hipokalemia)

Efek samping yang sangat jarang terjadi (mempengaruhi lebih sedikit dari 1 dalam 10.000 orang)

  • Hiperaktif.
  • Denyut jantung tidak teratur (Aritmia).
  • Penyempitan tidak terduga dari saluran udara (bronkospasme paradox)

Penggunaan obat lain selain ventolin

Orang yang menggunakan salbutamol tidak harus menggunakn obat yang di sebut beta blocker, seperti atenolol, propranolol atau timolol. Hal ini karena beta blocker memiliki tindakan yang berlawan dengan obat ventolin ini dan dapat mempersempit saluran udara. Hal tersebut dapat menyebabkan kesulitan napas bagi penderita asma atau PPOK. Ventolin kadang – kadang dapat menyebabkan penurunan drastic yang serius tingkat kalium dalam darah (hipokalemia). Efek ini dapat ditingkatkan dengan obat – obatan berikut, yang juga dapat menurunkan kalium dalam darah:

  • Kartiko steroid, seperti beclometasone dan prednisolon.
  • Dieuretik, seperti bendroflumethiazide dan furosemide.
  • Beta 2 agonis laninya, seperi salmeterol.
  • Xantin derivates, seperti teofilin dan aminofilin.



Oleh : Bidan Esi
Sumber:
  • farmasiana.com
  • netdoctor.co.uk




Terima kasih untuk Like/comment FB :