Inhalasi Pada Bayi

Inhalasi pada bayi biasanya dilakukan untuk tindakan pertolongan pada gangguan pernapasan bayi. Biasanya hal ini dilakukan untuk mengeluarkan dahak yang ada pada saluran napas bayi. Bayi sering sekali mengalami ganguan pernapasan karena adanya penyakit seperti influenza dan batuk. Terkadang batuk yang dialami oleh bayi tersebut mengandung lendir kental atau dahak yang sulit dikeluarkan oleh bayi. Akibatnya bayi tersebut mengalami gangguan pernapasan dan sulit untuk bernapas. Maka untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan tindakan inhalasi pada bayi agar lendir yang terdapat pada saluran napas bayi dapat dikeluarkan dengan cara diencerkan.


Inhalasi Pada Bayi
Nebulizer kompresor compamist ABN

Nebulizer ultrasonic MeshNeb ABN

Alat Inhalasi pada Bayi

Alat inhalasi pada bayi yang digunakan untuk melakukan tindakan pertolongan pada gangguan pernapasan pada bayi ialat alat nebulizer dan MDI atau meterd dose inhaler dengan spacer aerochamber atau baby haler. Dosis obat yang digunakan bersamaan dengan alat tersebut juga disesuaikan dengan berat badan yang dimiliki bayi. Tentunya dosis yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan dengan dosis anak dan dosis orang dewasa.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alat inhalasi pada bayi khususnya dengan usia kurang dari 2 tahun dapat menggunakan alat inhalasi berupa MDI dan nebulizer. MDI atau metered dose inhaler ialah merupakan alat penyambung bila disertai dengan spacer dapat berupa tabung dengan panjang kurang lebih 10 sampai dengan 20 cm. Spacer selain berbentuk tabung dapat pula berbentuk lain seperti berbentuk kerucut dengan volume 700 sampai dengan 1000 ml. MDI ini dapat menghantarkan obat inhalasi berupa uap langsung ke dalam saluran pernapasan bayi. Bila MDI yang digunakan dengan spacer, maka akan menambah jarak antara alat dan mulur. Hal ini dapat membuat kecepatan dari uap obat tersebut menjadi berkurang saat dihisap oleh bayi. Tentu saja hal ini sesuai dengan kemampuan bayi yang memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghisap obat.

Selain dengan menggunakan MDI, alat inhalasi pada bayi lainnya ilah nebulizer. Nebulizer merupakan alat yang memiliki kemampuan untuk mengubah obat dalam sediaan cair menjadi obat dalam sediaan uap atau aerosol. Terdapat 2 jenis alat dari nebulizer ini. Terdapat alat nebulizer ultrasonic dan alat nebulizer jet. Obat dalam bentuk cair ini dapat dirubah menjadi bentuk uap secara terus menerus dengan menggunakan tenaga yang bersumber dari gelombang ultrasonik ataupun udara yang dipadatkan. Penggunaan nebulizer untuk inhalasi pada bayi ini cukup menguntukngkan bagi bayi. Karena bayi tidak memerlukan koordinasi banyak. Hanya memerlukan pernapasan tidal dari bayi. Selain itu dikarenakan bayi tergolong pasien yang belum dewasa sehingga apa yang pertuga kesehatan perintahkan sering sulit untuk melakukannya.

Apalagi bila diminta untuk menghirup obat. Namun sebaiknya gunakan nebulizer yang sesuai untuk bayi, seperti nebulizer yang dapat menghasilkan aerosol terus menerus tapi tidak membuang obat. Obat akan diubah menjadi aerosol hanya pada saat bayi tersebut melakukan inhalasi. Disamping kelebihan dari nebulizer tersebut, terdapat kekurangan dari alat nebulizer ini. Alat ini biasanya di produksi dengan ukuran yang besar, sehingga tidak mudah untuk di bawa kemana-mana. Selain itu alat ini juga memerlukan sumber energi berupa tenaga listrik dan harga dari alat nebulizer ini tergolong mahal. Untuk kekurangan nebulizer yang memerlukan tenaga listrik, kini terdapat nebulizer yang menggunakan baterai sehingga bisa di bawa kemana-mana dan tidak memerlukan energi listrik untuk menggunakannya.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • childrenallergyclinic.wordpress.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :