Kegunaan Ventolin

Kegunaan ventolin pada umumnya digunakan untuk pengobatan penyakit asma. Kegunaan ventolin ini di dukung dengan di gunakannya nebulizer sebagai alat bantu dalam memberikan pengobatan atau pertolongan pada pasien yang mengalami serangan asma. Pemberian obat ventolin pada dasarnya dilakukan berdasarkan resep dokter. Dokter akan memberikan resep untuk obat ventolin ini dan memberikan instruksi mengenai waktu yang tepat untuk pemberian obat ventolin. Obat ventolin dapat diberikan untuk dosis perawatan sehari-hari ataupun pertolongan terhadap serangan asma yang bersifat mendadak. Biasanya untuk asma berat akut dan kronkospasme kronik dapat diatasi dengan penggunaan ventolin ini.

Informasi harga dan pembelian ALAT NEBULIZER klik disini

Nebulizer Omron NE-C801

 Nebulizer Philips

Nebulizer portabel Polygreen

Kegunaan Ventolin
Nebulizer ABN

Kegunaan Ventolin Nebulizer

Kegunaan ventolin nebulizer seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa obat ventolin ini digunakan pada pasien dengan penyakit asma. Kebunaan ventolin nebuizer lebih ditujukan untuk mengatasi adanya serangan asma berat akut dan perawatan terhadap orang yang mengalami bronkospasme kronik. Agar kegunaan ventolin nebulizer ini dapat dirasakan oleh penderita penyakit asma, sebaiknya sebelum memberikan obat tersebut kita perlu memperhatikan kontraindikasi apa saja yang dapat membuat obat ventolin ini tidak boleh diberikan pada penderita penyakit asma. Terdapat beberapa kontraindikasi yang membuat obat ini tidak boleh diberikan, yaitu diantaranya ialah pada pasien yang sedang hamil dengan keracunan kehamilan atau toksemia gravidarum, perdarahan antepartum atau perdarahan selama kehamilan, plasenta previa atau plasenta yang menutupi jalan lahir, dan sedang mengalami persalinan preterm atau prematur.

Selain kontraindikasi yang harus kita perhatikan, terdapat hal lain yang perlu kita perhatikan juga, yaitu efek samping dari pemberian obat ventolin nebulizer ini. Perlu kita informasikan kepada pasien bahwa penggunaan dari ventolin nebulizer dapat memberikan efek samping berupa tremor, iritasi pada tenggorokan dan mulut, sakit kepala, kram otot dan jantung berdebar cepat atau tachicardia. Selain efek samping dari obat ventolin nebulizer tersebut terdapat hal lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu tiroksikosis, glaukoma sudut tertutup akut, asma berat akut apabila digunakan bersamaan dengan xantin, dandiuretik.

Di dalam obat ventoline nebulizer itu sendiri mengandung salbutamol sulfonate. Salbutamol sulfonate merupakan golongan obat beta 2 – agonis selektif. Semua umur dari pasien dengan penyakit asma dapat menggunakan obat ventolin nebulizer ini. Namun dosis yang diberikan pada setiap umur pasien akan berbeda-beda. Biasanya dosis dari obat ventolin nebulizer yang biasa diberikan pada pasien anak dengan usia antara empat sampai dengan sebelas tahun mendapatkan obat nebulizer ventolin dengan dosis 2,5 sampai dengan 5 mg. Dosis obat ventolin nebulizer ini dapat diberikan maksimal empat kali setiap harinya.

Dosis obat ventolin nebulizer ini juga dapat diberikan pada pasien dengan penyakit asma usia dewasa hingga orang tua. Bahkan pada orang dewasa atau orang tua dosis dari obat ventolin nebulizer ini dapat ditingkatkan sampai dengan 40 mg setiap harinya. Namun terdapat syarat untuk memberikan obat ventolin nebulizer ini yaitu, setiap pemberian dosis obat ventolin nebulizer harus berada dalam pengawasan dokter. Sedangkan untuk anak dengan usia kurang dari 4 tahun pemberian obat ventolin nebulizer ini tidak begitu dianjurkan. Adapun bila memerlukan obat ventolin nebulizer ini harus di diskusikan dosis pemberiannya dengan dokter spesialis anak. Namun sebenarnya untuk semua kalangan usia, dosis pemberian obat ventolin nebulizer ini harus berada pada pengawasan medis. Khususnya untuk pasien yang tergolong pasien anak-anak. Pemberian dosis obat ventolin nebulizer harus tepat, tidak lebih dan tidak kurang.



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • apotikantar.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :