Obat Nebulizer Untuk Anak

Obat nebulizer untuk anak banyak digunakan untuk mengobati penyakit asma, batuk, pilek maupun penyumbatan atau obstruksi pada saluran pernapasan anak seperti dahak atau mukus. Alat nebulizer dalam melakukan hal tersebut tidak dapat melakukannya sendiri tanpa obat. Dibutuhkan obat nebulizer untuk anak untuk melakukan hal tersebut. Obat nebulizer untuk anak bermacam-macam bergantung pada apa yang terjadi pada anak tersebut. Misalnya pada anak terdapat dahak yang tidak dapat dikeluarkan secara mandiri sehingga diperlukan nebulizer untuk mengeluarkannya. Maka dari itu nebulizer digunakan bersamaan dengan obat pengencer dahak.


Obat Nebulizer Untuk Anak
nebulizer philips respironic


Macam-macam Obat Nebulizer untuk Anak

Macam-macam obat nebulizer untuk anak sebenarnya digunakan bergantung pada kondisi anak tersebut. Namun pada umumnya obat nebulizer untuk anak yang sering digunakan ialah bronkodilator dan ekspektoran. Obat nebulizer untuk anak seperti bronkodilator ini berfungsi agar saluran pernapasan tidak mengalami penyempitan yang dapat membuat merasa sesak napas. Sedangkan obat nebulizer untuk anak ekspektoran merupakan obat pengencer dahak. Kedua jenis obat ini merupakan obat yang umumnya dipakai anak-anak yang mengalami gangguan sistem pernapasan. Selain itu, kedua obat ini juga aman digunakan untuk anak-anak.

Obat nebulizer untuk anak seperti bronkodilator contohnya ialah ventolin nebu yang berisikan salbutamol. Sedangkan obat pengencer dahak yang biasanya digunakan untuk mengeluarkan dahak pada anak ialah ambroxol. Keduanya tergolong obat yang memiliki efek samping minimal sehingga aman untuk digunakan anak-anak.

Penggunaan nebulizer untuk anak sebaiknya tidak terlalu sering untuk dilakukan. Apabila tindakan ini sering dilakukan maka dapat mengakibatkan terjadinya iritasi pada saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan nebulizer yang terlalusering juga dapat mencetuskan infeksi jamur pada mulut atau pun suara yang menjadi serak. Tetapi kondisi ini sangat jarang sekali terjadi. Maka dari itu biasanya dokter atau petugas kesehatan sebelum memasangkan nebulizer tersebut akan mengatakan atau menganjurkan kepada pasien untuk membilas mulutnya. Namun pemberian obat nebulizer untuk anak justru memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan nebulizer itu sendiri.

Obat lainnya yang digunakan bersamaan dengan nebulizer khusus untuk anak lainnya ialah obat kortikosteroid. Namun obat kortikosteroid ini sedapat mungkin ridak sering diberikan kepada anak karena dapat menimbulkan efek samping berupa terhambatnya pertumbuhan anak apabila obat tersebut diberikan dalam dosis yang tinggi. Biasanya obat kortikosteroid ini diberikan dengan tujuan dapat meredakan peradangan pada saluran pernapasan serta mengatasi gejala asma yang timbul.

Asma pada anak dapat saja terjadi oleh karena terjadinya peningkatan kepekaan dari oto polos yang ada di daerah sekitar saluran pernapasan anak tersebut. Selain itu terdapat faktor pencetus yang dapat menyebabkan terjadinya asma atau serangan asma pada anak diantaranya ialah suhu udara, polusi udara, makanan dan lain sebagainya. dapat pula terjadinya serangan asma ini dikarenakan oleh adanya infeksi pada saluran pernapasan sehingga menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan dan membuat saluran pernapasan tersebut menyempit.

Pada dasarnya penggunaan nebulizer pada anak-anak maupun orang dewasa sama. Bedanya hanya terletak pada bagian sungkup yang digunakan saat terapi dengan menggunakan nebulizer diberikan. Terdapat berbagai ukuran sungkup yang dapat digunakan dalam pengobatan penyakit asma atau gangguan pernapasan lainnya. Sehingga dapat di sesuaikan penggunaannya dengan ukuran sungkup tersebut. Biasanya pada anak-anak menggunakan sungkup dengan ukuran yang lebih kcil dibandingkan dengan orang dewasa. Tentu saja hal ini disesuaikan dengan ukuran wajah yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa.





Oleh : Bidan Rina
Sumber :

  • childrenallergyclinic.wordpress.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :