Ventolin Nebulizer Adalah Obat

Ventolin nebulizer adalah obat yang difunakan untuk membuka jalan nafas dan membuat bernapas lebih mudah terhadap orang yang memiliki masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruk (PPOK), yang pemberian obatnya di lakukan melalui alat nebulizer. Ventolin accuhaler, evohaler, nebues, respirator solution, sirup dan suntik semuanya aktif mengandung salbutamol, yang diketahui sebagai jenis obat short acting beta 2 agonist. Salbutamol tersedia dalam bentuk tanpa merek, yang disebut sebagai obat generic. Salbutamol bekerja dengan cara bertindak pada reseptor paru – paru yang di sebut dengan beta 2 receptors. Ketika salbutamol merangsang reseptor tersebut, menyebabkan otot – otot pada jalan napas untuk relaks. Hal tersebut memungkinkan untuk membukanya jalan napas. Pada kondisi dimana terjadinya penyepitan jalan napas, seperti asma atau penyakit obstruktif kronik (PPOK, misalnya emfisema dan bronchitis kronis), menyulitkan udara untuk masuk dan keluar dari paru – paru. Dengan ventolin (salbutamol), hal tersebut mempermudah jalan napas.


ventolin nebulizer adalah obat
 Nebulizer kompresor Omron NE-C28

ventolin nebulizer adalah obat
 Nebulizer kompresor Omron NE-C801

ventolin nebulizer adalah obat
 Nebulizer kompresor Philips

ventolin nebulizer adalah obat
Nebulizer ultrasonic portabel ABN

ventolin nebulizer adalah obat
Nebulizer ultrasonic portabel Polygreen


Cara menggunkan ventolin nebulizer adalah dengan alat

Kebayakan ventolin (salbutamol) digunakan melalui alat inhaler. Menggunakan obat dengan cara di hirup memungkinkan untuk mengirimkan langsung obat ke paru – paru yang merupakan bagian yang paling membutuhkan obat. Hal tersebut juga mengurangi potensi efek samping yang dapat terjadi, karena jumlah obat yang terserap dalam darah elalui paru – paru lebih rendah daripada obat oral. Inhaler ventolin dikenal sebagai penghilang. Hal tersebut disebabkan karena ketika ventolin dihirup ke dalam paru – paru bekerja sangat cepat, juga dapat digunakan sesaat sebelum melakukan aktivitas olahraga atau paparan allergen ( hal – hal yang dapat memicu mengi, seperti bulu hewan peliharan atau serbuk sari) untuk membuka saluran udara dan mencegah mengi. Pengguna harus mengikuti intruksi yang diberikan dokter mengenai kapan harus menggunakan inhaler ventolin dan berapa banyak penerikan yang dapat di gunakan setiap hari. Jangan melenihi dosis yang ditentukan.

Nebulizer atau respirator solution dari salbutamol digunkan untuk menggobati serangan asma akut di rumah sakit. Nebulizer merupakan mesin yang mengubah obat cair dalam nebules menjadi partikel yang dapat di hirup. Hal ini digunakan untuk memberikan dosis yang lebih tinggi daripada inhaler standar. Seseorang yang memiliki asma berat atau PPOK yang telah terbukti bermanfaat dari hasil penggunaan rutin dosis tinggi salbutamol kadang – kadang di resepkan untuk digunakan pada nebulizer di rumah. Salbutamol juga dapat diberikan melalui suntukan di rumah sakit untuk mengobati asma berat.

Hal yang harus diketahui mengenai ventolin

Jangan melebihi dosis yang telah dokter resepkan. Jika inhalaer tidak dapat mengatasi mengi atau sesak dada selama biasanya (setidaknya 3 jam) atau perlu menggunakanya lebih sering daripada biasanya, maka haruslah di konsultasikan terlebih dahulu pada dokter secepat mungkin. Hal tersebut memungkinkan bahwa asma atau PPOK semakin parah dan dokter mungkin perlu memberikan obat lainya. hal tersebut juga berlaku terhadap penggunaan ventolin melalui diminum atau nebulizer dan kerjanya tidak terlihat seperti biasanya.

Orang yang memiliki asa berat harus rutin melakukan tes darah untuk memantu jumlah kalium dalam darah mereka. Hal tersebut karena oksigen dalam darah berada pada tingkat rendah (Hipoksia) dan berbagai obat – obatan asma, termasuk ventolin ini, bisa menurunkan kdar kalium dalam darah. ventolin harus digunakan dengan hati – hati oleh orang yang memiliki penyakit jantung. Orang dengan detak jantung tidak teratur (aritmia), orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), orang dengan kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme) dan penderita diabetes.



Oleh : Bidan Esi
Sumber:
  • netdoctor.co.uk




Terima kasih untuk Like/comment FB :